DISHUB KOTA MAGELANG BERI SANKSI SOSIAL BAGI PELANGGAR KAWASAN TERTIB LALULINTAS

MAGELANG – Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Magelang memberikan sanksi sosial berupa penempelan stiker di kendaraan yang pemakainya melanggar ketentuan di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) Kota Magelang, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019).

Tim gabungan antara lain terdiri atas para petugas Dishub, Polres Magelang Kota, Satuan Polisi Pamong Praja, TNI, dan sejumlah instansi terkait lainnya melakukan razia KTL pada Kamis, antara lain di sepanjang Jalan Ikhlas, Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Ade Irma Suryani, Jalan Pahlawan, dan Jalan Pemuda atau kawasan pusat pertokoan “Pecinan” Kota Magelang.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Magelang Suryantoro di Magelang, Kamis, menyebut pertama kali menerapkan cara itu agar masyarakat makin meningkatkan ketertiban, terutama ketika berada di KTL kota setempat.

“Penempelan stiker tersebut tujuannya untuk memberikan sangsi sosial. Fungsinya nanti ketika kita tidak ada operasi KTL, masyarakat akan segan dan malu saat melakukan pelanggaran,” katanya.

Penempelan stiker ini baru pertama kali diterapkan oleh pihaknya pada Operasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan sangsi sosial kepada para pelanggar lalu lintas.

Pasalnya, meski ditindak dengan penggembosan ban, tilang dan cara lainnya, para pelanggar masih saja membandel.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perparkiran Dishub Pemkot Magelang Candra Wijatmiko Adi mengatakan bahwa razia akan terus dilakukan oleh tim dengan sasaran mereka yang dengan kendaraannya melanggar aturan berlalu lintas.

“Kalau ada pemilik kendaraan yang komplain atas penempelan stiker ini, nanti saya yang menjawab. Adanya ini adalah antisipasi, karena masih saja ada pelanggar yang melakukan kesalahan. Untuk itu, kita memberikan tindakan baik law inforcement maupun penyadaran mental,” urai Candra.

BACA JUGA:  HARGA ANJLOK, PEMKAB BANJARNEGARA ANJURKAN ASN BELI CABAI PETANI

Adapun pelanggaran yang terjadi antara lain parkir sembarangan di trotoar/jalur lambat, melawan arus, parkir di zona aman sekolah, parkir di zebra cross dan lainnya.

Pembinaan dilakukan kepada petugas parkir yang tidak menggunakan atribut, dan imbauan menarik tarif sesuai aturan yang berlaku. Pembinaan juga dilakukan kepada pedagang agar tidak berjualan di area larangan.

Artikel ini dikutip dari jogja.tribunnews.com dengan judul “Parkir Sembarangan Dan Langgar Aturan Lalu Lintas Petugas Tempeli Stiker Pelanggaran Pada Kendaraan” Penulis Rendika F, link
http://jogja.tribunnews.com/2019/02/14/parkir-sembarangan-dan-langgar-aturan-lalu-lintas-petugas-tempeli-stiker-pelanggaran-pada-kendaraan?page=2

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.