Dinilai Udzur, Dari 4 Unit Mobil Damkar Hanya 2 Yang Bisa Dipakai

WONOSOBOZONE – Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dimiliki Kabupaten Wonosobo terbilang cukup tua. Pasalnya, kendaraan yang telah berjasa memadamkan api kebakaran itu sudah berusia lebih dari 15 tahun. Bahkan dari 4 mobil damkar yang ada, dua diantaranya sudah tak mampu berfungsi secara optimal lantaran udzur. “Yang dianggap paling baru dan masih bisa dipakai ada dua unit, keluaran tahun 2000an. Itu pun ketika hendak melintas di jalan tanjakan kami mengalami kesusahan, kalau bukan ahlinya bakalan gak kuat. Nah Kalau yang dua lagi, keluaran tahun 90an. Dua mobil ini sudah rusak, dan sedang diperbaiki. Namun sudah lama belum jadi-jadi,” terang salah satu staff pemadam kebakaran, Soegiri di ruangannya, Selasa (5/9).
.

Menurut Soegiri, kondisi mobil yang sudah tua tersebut menjadi salah satu kendala yang cukup besar pihaknya ketika hendak bergegas memadamkan api bencana. Selain minimnya kemampuan berjalan menuju lokasi bencana, Ia juga menyebut daya semprot mobil damkar mengalami penurunan. “Selain sudah tua, anggaran perawatan mobil pun juga sangat minim. Biasanya kami melakukan servis enam bulan sekali. Idealnya maksimal tiga bulan harus sudah di service, paling tidak ya ganti oli,” beber pria kelahiran Semarang tersebut..
Usia mobil damkar yang sudah udzur tersebut dibenarkan oleh Sudarna, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Wonosobo yang menaungi unit pemadam kebakaran. Sudarna menyebut peremajaan mobil damkar sangat diperlukan, mengingat kondisi geografis Wonosobo yang terdiri dari pegunungan dan sungai. Selain itu, lanjut Sudarna, banyaknya peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa bulan terakhir menjadi faktor pendukung peremajaan mobil Damkar untuk segera dilakukan. “Dari bulan April 2017 sampai awal September ini, sedikitnya 14 kebakaran terjadi di Wonosobo. Kami sudah mengajukan anggaran di akhir 2016 kemarin, namun belum di acc. Semoga di anggaran perubahan Oktober nanti di setujui,” harap Sudarna.

.
Ketika disinggung mengenai kendala lain saat menangani kebakaran, Soegiri yang baru menjabat satu tahun menjadi petugas kebakaran mengatakan bahwa kesadaran pengendara akan sirine mobil damkar masih sangat kurang. Terbukti ketika tim pemadam kebakaran yang satu regunya terdiri dari 6 orang hendak memadamkan api dan melintas jalan raya, para pengendara tidak menghiraukan sirine yang telah dibunyikan. “Jarang pengendara yang mau memberikan jalan saat kami melintas, paling tidak minggir sebentar saja gitu. Itu kok tidak dilakukan. Padahal kan ini kondisi darurat. Saya merasa prihatin dengan kondisi tersebut,” tutupnya. (Ard)

BACA JUGA:  House Of Batik I&I Wadahi Puluhan Cluster Batik Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.