Dinas Kesehatan Gelar Pemeriksaan Makanan di Pusat Jajanan Selama Ramadhan

WONOSOBOZONE – Dalam rangka pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya di Pusat Jajanan Selama Ramadhan (Pujasera). Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo mengadakan pemantauan kualitas jajanan di pujasera Masjid Al Mansyur dan pujasera saudagaran, Rabu Sore (15/06).
Dalam pemeriksaan yang juga diikuti oleh Kantor Perindustrian dan Perdagangan dan Satpol PP ini, Kepala bidang Pengembangan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Agus Riyanto, menyampaikan saat Ramadhan peredaran makanan dan jajanan terus meningkat. Karena itu, pihaknya merasa perlu melakukan pantauan terhadap peredaran jajanan di pasaran, termasuk diantaranya pujasera yang banyak dijumpai saat Ramadhan tiba. Diantaranya pujasera Masjid Al Manshur dan Jalan Veteran Sudagaran, yang tiap tahunnya ada ratusan pedagang yang menggelar minuman dan makanan jajanan, yang disediakan bagi masyarakat yang tidak sempat membuat hidangan untuk berbuka puasa.
Pihaknya menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap makanan jenis panganan olahan dan siap saji yang biasa dijual di pinggir jalan dan juga bisa dijumpai di pasar tradisional yang mengandung bahan berbahaya. Bahan berbahaya itu diantaranya pewarna untuk tekstil jenis rhodamin dan metil yellow serta pengawet makanan jenis boraks dan formalin. Karena pihaknya masih sering menemukan jajanan yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti penggunaan bahan tambahan berbahaya (pewarna dan pengawet), kebersihan pada produk makanan jajanan (TMS Bakteriologis) dan kadaluarsa.
Agus menambahkan, tindakan ini merupakan antisipasi beredarnya makanan tidak sehat, karena itu akan merugikan konsumen. Jika dalam pemeriksaan tersebut terdapat jajanan yang tidak sesuai dengan TMS maka si penjual akan diberi surat teguran dari Dinas Kesehatan melalui penyelenggara pujasera.
Dalam pemeriksaan kali ini, petugas mengambil beberapa sampel makanan, seperti sosis, jenang mutiara, bakso ayam, es buah serta beberapa makanan lain untuk diperiksa. Dan dari pemeriksaan yang menggunakan pereaksi atau reagen tersebut, petugas menemukan makanan yang disinyalir dan diduga mengandung borak di pujasera Masjid Al Manshur. Selain itu di pujasera sudagaran petugas juga menemukan roti boneke yang positif mengandung rhodamin b.
Untuk makanan yang diduga mengandung borak, Dinas Kesehatan masih akan melakukan uji di lab untuk mengetahui apakah makanan tersebut benar benar mengandung borak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here