Dikukuhkan, Pengurus DWP 2014-2019 Wajib Seriusi Angka Kematian Ibu

WONOSOBOZONE – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda, Ny Wati Eko Sutrisno mengukuhkan kepengurusan 49  DWP Unsur Pelaksana masa bakti 2014-2019, Selasa (8/9). Dalam acara pengukuhan yang digelar di Sasana Adipura Kencana tersebut, Wati menekankan pentingya para pengurus untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan jajaran anggota di instansi tempat suami masing-masing mengabdi.
“Harapannya jelas, selain meneruskan tongkat estafet kepengurusan sebelumnya, unsur pelaksana DWP se-Kabupaten juga kami harapkan mampu menjalin kerjasama sinergis dengan SKPD atau lembaga dan instansi di mana suaminya bekerja”, jelas Wati.
Selaras dengan Wati, Penasehat DWP Kabupaten Wonosobo, Aina Liza Kholiq pun berharap agar para pengurus baru, mampu bekerja lebih baik.
“Kita paham, adanya perubahan struktur organisasi perangkat daerah belum lama ini, tentu saja membawa dampak berupa berubahnya struktur kepengurusan di tingkat unsur pelaksana”, tutur Aina.
Namun demikian, perempuan 37 tahun itu menegaskan, bahwa pengurus DWP perlu untuk secepatnya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang ada.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dipikirkan bersama, termasuk angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di sekitar lingkup kerja masing-masing”, lanjut Aina.
Angka kematian Ibu, yang sampai akhir Agustus sudah ada 6 kasus, dikatakan Aina wajib menjadi perhatian serius. “Semua pihak, termasuk para pengurus DWP saya harapkan untuk bisa memiliki kepedulian terhadap adanya kasus kematian ibu maupun angka kematian bayi, karena hal ini berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup generasi penerus bangsa”, tegas ibu 4 anak itu.
Sedikit berbeda, Sekretaris Daerah Eko Sutrisno Wibowo lebih menekankan perlunya para pengurus DWP, yang notabene merupakan istri aparatur sipil Negara, agar lebih memperhatikan situasi dan kondisi politik di Kabupaten Wonosobo.
“Sebentar lagi, kita akan menghadapi gelaran pemilihan Kepala Daerah, sehingga saya merasa perlu mengingatkan agar para istri PNS, utamanya yang berada di jajaran struktural, agar menjaga netralitas”, tegas Eko.
Istri, dikatakan Eko memiliki peran sangat penting bagi suami, sehingga selayaknya pula untuk senantiasa mengingatkan para suami agar tak memihak ke salah satu calon peserta Pilkada. “Dengan adanya perhatian dari istri, maka suami juga akan lebih berhati-hati menyikapi situasi politik di daerah”, pungkas Eko.
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here