Dieng Siap Dinobatkan Sebagai Geopark Kelas Dunia

WONOSOBOZONE – Kawasan dataran tinggi Dieng diakui banyak pihak memiliki sejuta pesona. Bagi para wisatawan, Dieng jelas menjadi magnet yang mampu membuat mereka seolah tak pernah puas mendatanginya. Bagi para ilmuwan, Dieng pun selaksa laboratorium raksasa yang siap digali beragam isinya. Salah satu peneliti yang mengaku tak bisa lagi lepas dari Dieng adalah Priatna. Kandidat doktor bidang Geologi di Universitas Padjajaran Bandung itu mengaku sudah sejak Tahun 1991 berinteraksi dengan Dieng, dan akhirnya jatuh cinta dengan sejuta pesonanya.
“Awalnya tidak tahu ada Dieng, tapi sewaktu masih mahasiswa S1 diajak teman kesini, dan ternyata sejak itu berasa tak bisa lepas lagi,” tutur Priatna ketika ditemui di lobi Kresna Hotel Wonosobo, Jum’at (8/4). Dari berbagai penelitian mengenai sisi akademis Dieng, Pria yang kini bekerja di Badan Geologi Bandung itu mengakui, ia akhirnya memilih fokus pada potensi gas beracunnya. “Kasus gas beracun yang terjadi pada 1979, dimana ratusan warga akhirnya menjadi korban karena ketidaktahuan mereka, menggugah saya untuk melakukan eksplorasi lebih dalam di Dieng,” tutur penulis buku Pesona Bumi Dieng itu lebih lanjut. Ia berharap, penelitiannya yang juga telah dibukukan sebagai tesis pada saat menempuh pendidikan  Magister Geologi itu bisa dimanfaatkan untuk menanggulangi bahaya gas beracun. “Untuk disertasi saya di S3 ini pun, masih soal gas beracun,” tambahnya.
Puluhan tahun meneliti Dieng, mengantarkan penyuka musik tersebut pada kesimpulan fenomenal. Priatna menyebut Dieng layak diajukan sebagai kawasan Taman Bumi Kelas Dunia. “Taman Bumi kini tengah tren dengan sebutan Geopark, dan di Indonesia baru ada 2 yang kelasnya Dunia,” tegas pria yang akrab dengan sapaan Par Par itu. Kedua geopark tersebut menurut Priatna adalah Kaldera Batur, di Gunung Batur Bali, dan Gunungsewu, Gunungkidul DIJ. “Juga ada 4 yang kelasnya nasional, yaitu Rinjani, Toba, Merangin, dan Cileteuh Sukabumi,” bebernya. Dieng, menurut Priatna sudah sangat layak masuk sebagai Geopark sekelas Batur dan Gunungsewu. “Maka itulah hari ini kami menemui Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membahas lebih detail,” pungkas Priatna.
Gagasan menjadikan Dieng sebagai Taman Bumi mendapat sambutan positif Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo. Agus mengaku siap memfasilitasi upaya sosialisasi yang bakal digelar tak lama lagi. “Pak Priatna ini sudah menemui Bapak Wakil Bupati dan juga Sekda dan mendapat lampu hijau,” terang Agus. Dengan status sebagai Geopark yang diakui Unesco Global Geopark (UGG), Agus menyebut Dieng akan semakin ramai dengan kunjungan para akademisi, baik domestik maupun dari mancanegara. “Status sebagai Geopark juga bakal melindungi keanekaragaman hayati beserta ekosistem lingkungan Dieng,” pungkas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here