Didiagnosa Retinoblastoma, Mad Soleh Tak Terlindung BPJS

WONOSOBOZONE – Malang nian nasib Mad Soleh. Bocah laki-laki yang baru menginjak usia 2 tahun itu didiagnosa mengidap tumor pada retina matanya. Penyakit itu dalam dunia medis disebut dengan Retinoblastoma, sejenis kanker pada mata yang umumnya dialami oleh anak-anak, namun dapat juga dialami oleh orang dewasa.  Akibat penyakit yang menyerang selaput jala mata atau retina pada dinding mata sebelah dalam itu, mata kanan Mad Soleh tampak membengkak. Dari rekomendasi seorang dokter spesialis mata, penanganan Mad Soleh harus dilakukan di rumah sakit Dr Sardjito Jogjakarta. Terang saja, hal itu membuat Surnen dan Manis, kedua orangtua Mad Soleh, sangat terpukul.
Betapa tidak, sekedar untuk menyambung hidup sehari-harinya saja, keluarga yang tinggal di Dusun Bulu Lawang RT 06/RW 04, Desa Dero Duwur, Kecamatan Mojotengah itu sudah kesulitan. Terlebih, untuk pengobatan buah hatinya tersebut, mereka belum dilindungi BPJS, karena selama ini tak mampu membayar iuran bulanannya. Ketika dikunjungi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Mojotengah, Tri Purwanto di rumah sederhananya Selasa (24/1), Mad Soleh tampak sedang berada di gendongan Manis, ibunya. Awal mula keluhan pada mata kanan Soleh, diceritakan Manis muncul sekitar 3 bulan silam. Ia dan suami pun kemudian memeriksakan anaknya ke RSUD Setjonegoro. “Oleh dokter yang memeriksa, Mad Soleh dinyatakan terkena tumor mata dan harus operasi,” tutur Manis. Karena membutuhkan penanganan lebih intensif, Manis mengaku disarankan merujuk Mad Soleh ke rumah sakit yg lebih besar. Mengingat keluarganya belum memiliki jaminan kesehatan, dokter yang memeriksa anaknya juga menyarankan untuk mendaftar BPJS Mandiri.
Saran dari dokter itu Pak diikuti, dengan  mendaftarkan seluruh keluarganya ke BPJS Mandiri untuk mendapatkan jaminan kesehatan keluarganya. Karena kondisi serba kekurangan, iuran wajib sebagai peserta BPJS pun diakui Manis tak terbayarkan. “Mungkin karena hal itu kartu peserta BPJS kami tidak bisa diterbitkan sampai sekarang,” lanjutnya. Hal itu akhirnya menjadi masalah, ketika pada Jumat (20/1) lalu Mad Soleh kembali diperiksakan di RSI Wonosobo, dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Dr Sardjito Jogjakarta. Tidak adanya perlindungan BPJS, diakui Manis jelas akan sangat memberatkan, mengingat kebutuhan biaya untuk operasi anaknya cukup besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here