Di Festival Suran, Warga Beda Agama Makan Sepiring Bersama

WONOSOBOZONE – Gelar festival suran lintas agama dan budaya, yang diselenggarakan jajaran Polres Wonosobo bekerjasama dengan forum kerukunan umat beragama (FKUB) disambut antusias oleh warga. Dukungan mengalir deras dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga acara di alun-alun Kota pada Sabtu (15/10) pagi itu berjalan semarak dan penuh keakraban.  Tak kurang dari 145 tumpeng yang diusung secara bersama-sama oleh jajaran Forkompinda dan umat lintas agama, sebelum acara dimulai, ludes. Tak pandang dengan siapa memakan nasi beserta lauk yang tersedia, warga lahap menghabiskannya. Hal itu sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari Kapolres Wonosobo, AKBP Aziz Andriansyah, yang ingin melihat keakraban dan kerukunan warga masyarakat benar-benar ditunjukkan dalam festival suran. “Di sini kita makan, masak, dan berdoa bersama-sama tanpa perlu merisaukan perbedaan agama atau keyakinan,” terang Aziz di sela acara.
Di tengah gelaran festival yang juga diisi pertunjukan beberapa jenis kesenian khas Wonosobo tersebut, memang diselipkan acara masak dan doa bersama serta Ikrar kebhinekaan. Bupati Wonosobo, Eko Purnomo beserta Ketua DPRD Afif Nurhidayat, serta unsur forum koordinasi pimpinan Daerah, hingga para pemuka agama tak sungkan memasak bersama untuk warga masyarakat. Hal itu, dikatakan Kapolres merupakan simbolisasi yang menunjukkan bahwa keberagaman di Wonosobo tak jadi soal, dan bahkan menjadi modal kuat untuk maju bersama. “Keberagaman di Indonesia ini beberapa waktu terakhir tengah banyak diuji, sehingga dengan adanya acara suran lintas agama dan budaya ini, kita berharap Wonosobo bisa menjadi contoh yang baik, soal bagaimana membina keberagaman dan kerukunan,” tandas Aziz.
Bagi Bupati Wonosobo, Eko Purnomo yang hadir bersama Wabup dan jajaran pimpinan OPD di lingkup Pemkab, suksesnya festival Suran lintas Agama dan Budaya  layak diapresiasi tinggi. “Terimakasih saya sampaikan kepada Polres Wonosobo, para Pemuka Agama dan seluruh pihak yang telah bahu-membahu sehingga gelaran festival suran lintas agama dan budaya ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Eko. Bupati juga mengaku sangat bangga melihat warga masyarakat begitu kompak, rukun dan bersedia menjaga toleransi dengan sesama maupun dengan yang berbeda keyakinan. Bekal berupa kerukunan antar umat beragama, menurut Bupati sangat berharap bagi kelangsungan pembangunan daerah, sehingga ia akan sangat mendukung apabila kegiatan festival suran bisa dilangsungkan lagi di tahun-tahun mendatang.
Senada, Ketua FKUB Zainal Sukawi juga sangat bersyukur dengan terselenggaranya festival suran lintas agama di Wonosobo. Kerukunan umat beragama, dikatakan Zainal merupakan modal berharga bagi terjaganya kondusifitas daerah. “Kita semua perlu menyadari adanya skenario besar yang dibuat pihak-pihak tertentu, yang menginginkan adanya ketidakharmonisan dalam masyarakat, bahkan selain dengan adu domba, juga dengan memunculkan isu-isu bernuansa SARA,” tegas Zainal. Karena itulah, ia dan jajaran FKUB senantiasa berupaya menciptakan situasi dan kondisi yang nyaman di Wonosobo, termasuk salah satunya dengan bergandengan tangan menyambut ajakan Polres untuk menggelar festival Suran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here