Desa Kuripan Didorong Fokus Kembangkan Krisan

WONOSOBOZONE – Desa Kuripan, Kecamatan Garung dinilai sangat cocok sebagai sentra budidaya tanaman hias jenis Krisan. Dengan iklim dan cuaca yang memenuhi syarat, serta telah tersedianya sumber daya manusia, sudah sewajarnya bila Desa yang terletak di 1200 meter di atas permukaan laut tersebut memulai untuk fokus pada upaya mengembangkan krisan. Terlebih, saat ini kebutuhan pasar terhadap bunga krisan masih begitu tinggi, dan bahkan sering tak dapat dipenuhi.
“Dengan dana transfer desa yang kini jumlahnya sudah sangat memadai, saya berharap Kuripan bisa mengembangkan Krisan secara lebih serius,” kata Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif sebelum memulai panen perdana 17 varietas baru Krisan, di Desa Kuripan, Rabu (20/10).
Menurut Bupati, potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari pengembangan Krisan akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani.
“Bila satu tangkai krisan bisa menghasilkan Rp1.000,- sampai Rp2.500,- maka potensi rupiah yang bisa dihasilkan setiap panen bisa sangat luar biasa,”, lanjut Kholiq.
Demi menangkap peluang menggiurkan tersebut, Bupati meminta Kepala Desa Kuripan untuk tak ragu mengalokasikan dana transfer desa (DTD) ke lahan krisan.
“Dana transfer boleh digunakan untuk pengentasan kemiskinan, dan dengan potensinya, bunga krisan sangat bisa bisa membawa warga masyarakat menikmati pendapatan yang memadai,” tegas Bupati.
Untuk meyakinkan warga Kuripan, Bupati mencontohkan Kota Bandung dan Sukabumi, yang dari budidaya bunga hias mampu menghasilkan transaksi triliunan rupiah. 
Potensi ekonomi luar biasa bunga krisan asal Kuripan juga ditegaskan Kepala Balai Penelitian tanaman hias (Balithi) Kementerian Pertanian RI, Rudi Suhendi. Di depan para petugas penyuluh pertanian yang turut hadir dalam acara panen perdana tersebut, Rudi mengungkap fakta bahwa dengan kondisi iklim yang sesuai seperti Kuripan, pihaknya mengaku mampu mengembangkan  17 varietas baru krisan.

“Bunga krisan dari Kuripan ini bahkan termasuk memiliki kualitas bagus dan bernilai ekonomi tinggi, karena iklim dan cuacanya memang sangat mendukung,” urai Rudi.
Karena hal itu pula, dalam rangkaian gelar teknologi tanaman hias Wonosobo yang dihelat selama 4 hari terakhir, Balithi diakui Rudi berkomitmen untuk melatih warga Kuripan membudidayakan Krisan dengan dukungan teknologi memadai.
Desa Kuripan sendiri, seperti dijelaskan Camat Garung, Santoso, selama beberapa tahun terakhir memang telah mengembangkan krisan sebagai salah satu upaya peningkatan kesejahteraan petani setempat.
“Lahan yang tersedia untuk menanam krisan baru sekitar 2 hektar, dengan screenhouse masing-masing 1500 meter persegi,”, jelas Santoso.
Terkait motivasi dari Bupati yang menginginkan warga Kuripan berfokus pada pengembangan krisan, Santoso juga mengaku siap melaksanakan.
“Pemasaran Krisan, selain untuk memenuhi permintaan dalam kota, saat ini juga telah sampai ke beberapa kota di luar Wonosobo seperti Purwokerto, Kebumen, dan Purworejo,”, pungkas Santoso.
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here