Desa Diminta Dorong Warga Optimalkan Layanan Adminduk Keliling

WONOSOBOZONE – Masih rendahnya cakupan kepemilikan akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun di Kabupaten Wonosobo, mendorong Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Admindukcapil) untuk bergerak semakin cepat. Hal itu terlihat ketika pada Kamis (28/9), para perangkat desa se-Wonosobo diundang untuk hadir dalam rapat sosialisasi administrasi kependudukan dan catatan sipil di Sari Rasa. Sekretaris Dinas Admindukcapil, Winarningsih mengatakan upaya menghadirkan para pemangku kewenangan desa tersebut adalah demi mendorong agar cakupan kepemilikian akta kelahiran, terutama di kalangan anak dapat ditingkatkan. Di lingkup Jawa Tengah, cakupan sebesar 68 % dari 257,240 anak menurut perempuan yang akrab disapa Bu Win itu,  termasuk rendah.  “Ada Kabupaten yang sudah mencapai 90 % lebih cakupan akta kelahiran, dan rata-rata daerah lain sudah mencapai di atas 70 %, sehingga kami berupaya agar di Kabupaten Wonosobo juga dapat mengejar target Nasional 85 %,” terang Winarni.

Melalui rakor tersebut, pihak Dinas Admindukcapil diakui Winarni berupaya mendorong para perangkat desa, agar dapat memobilisasi masyarakat di desa masing-masing untuk memanfaatkan layanan adminduk keliling. Dengan semakin banyak warga masyarakat yang sadar untuk mengurus administrasi kependudukan, Winarni meyakini upaya tersebut tidak sulit. “Kami juga telah menjalin kerjasama sinergis dengan sejumlah Rumah Sakit maupun klinik, sehingga nantinya setiap kelahiran bayi sudah langsung diurus aktanya,” lanjut Winarni. Selain itu, perlunya digelar sosialiasi kepada para perangkat desa, menurut Win juga demi meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya  pemutakhiran data kependudukan. Tidak hanya akta kelahiran, pemutakhiran data kependudukan dikatakan Winarni juga meliputi penerbitan akta kematian warga sehingga tercatat di Buku Induk Penduduk (BIP).

Perihal pentingnya desa memutakhirkan data kependudukan juga disinggung oleh Asisten Administrasi Setda, Samsul Maarif. Mewakili Bupati, Samsul mengungkap data jumlah penduduk di Kabupaten Wonosobo yang saat ini masih belum sepenuhnya valid. “Kalau merujuk pada data per tanggal 31 Agustus 2017, sesuai dengan yang diakui Kementerian Dalam Negeri jumlah penduduk di Kabupaten Wonosobo adalah 853.273 jiwa,” ungkap Samsul. Namun data tersebut, menurutnya berselisih dengan yang dimiliki Dinas Dukcapil Kabupaten, yang mencatat jumlah penduduk Kabupaten Wonosobo adalah 948.930 jiwa. “Selisih atau perbedaan tersebut disebabkan oleh masih adanya data ganda, dalam arti penduduk kita selain terdaftar sebagai penduduk di Kabupaten Wonosobo juga terdaftar sebagai penduduk di daerah lainnya,” terangnya.

BACA JUGA:  Tanamkan Rukun Islam sejak Dini


Karena itulah, mengingat pentingnya tertib adminduk tersebut, Samsul berharap agar momentum sosialisasi bagi para pemangku kewenangan desa benar-benar dimanfaatkan secara optimal. “ Kebijakan Nasional di bidang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sampai saat ini sudah dapat kita rasakan manfaatnya dalam berbagai hal seperti, peningkatan efektifitas pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kualitas demokrasi, mencegah kriminalitas, teroris, TKI Ilegal , perdagangan orang serta pelayanan publik lainnya,” lanjut Samsul. Pemerintah Desa, ditegaskan Samsul sudah selayaknya terus meningkatkan upaya penertiban adminduk, termasuk di dalamnya pemutakhiran data melalui penerbitan akta kelahiran maupun akta kematian, serta perpindahan penduduk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.