Desa Candiyasan Akan Bangun Padepokan Seni

WONOSOBOZONE – Menggeliatnya kreatifitas berkesenian warga, membuat jajaran pemerintahan desa Candiyasan tergerak untuk mewadahi dalam sebuah media representatif. Dalam waktu dekat, warga akan diajak untuk bahu-membahu mendirikan sebuah padepokan seni di atas lahan kas desa seluas 3.200 meter persegi. Kepastian akan hal tersebut disampaikan Kepala Desa Candiyasan, Ny Wasilah kepada Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo, ketika pada Jumat (26/8) mereka bertemu di lokasi yang direncanakan sebagai tempat berdirinya padepokan seni Candiyasan. “Kami terinspirasi oleh sanggar seni milik Mang Ujo Bandung, yang dengan pertunjukan angklungnya, kini sudah mendunia,” tutur Wasilah saat menjelaskan latar belakang idenya.
Selain untuk mewadahi kreatifitas warga, terutama kalangan remaja dan anak-anak, Wasilah juga berharap dengan berdirinya padepokan seni tersebut, perekonomian di desanya bakal menggeliat. “Harapannya tentu padepokan ini akan banyak menarik pengunjung, sehingga efek berantainya adalah pada bergeraknya usaha mikro kecil dan menengah di desa kami,” lanjut Wasilah. Warga, disebut Wasilah sudah menyiapkan sendratari hasil kreasi sendiri, yang akan berisi tarian kuda kepang dengan alur cerita sejarah di kawasan Candiyasan.
Kesiapan warga Candiyasan untuk mendukung terwujudnya cita-cita mendirikan padepokan seni juga disampaikan Ketua BPD, Muhadi. Menurutnya, selama ini memang banyak warga, khususnya anak-anak dan para remaja yang menunjukkan bakat berkesenian. “Bahkan beberapa dari mereka sudah tampil di tingkat Provinsi dan meraih prestasi membanggakan,” ungkap Muhadi. Dengan adanya antusiasme warga untuk berkesenian tersebut, Muhadi mengaku sangat mendukung inisiatif untuk pendirian padepokan yang representatif. “Mengenai anggarannya,  kami akan memanfaatkan dana transfer desa, dan juga kami berharap akan ada dukungan dana dari Pemkab maupun Pemerintah Provinsi,” tutur Muhadi.
Menanggapi upaya warga Candiyasan untuk membangun padepokan seni, Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo mengaku sangat mendukung. Hal itu, menurut Agus sejalan dengan upaya pihaknya yang selama ini gencar mendorong agar desa-desa di Wonosobo mengoptimalkan potensi yang dimiliki. “Potensi kreatifitas berkesenian warga juga bakal memberikan kontribusi sangat positif bagi pemberdayaan ekonomi desa, sehingga usah untuk mewadahi dalam media berupa padepokan seni ini kami nilai sangat luar biasa,” kata Agus. Selain memiliki potensi seni yang layak dipertunjukkan kepada para wisatawan, Agus juga menyebut Candiyasan secara geografis sangat mendukung. “Udaranya masih segar dan karena desa ini terletak di ketinggian lereng Sindoro, tentu panorama alamnya juga bisa ditawarkan kepada para wisatawan,” pungkas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here