Dekatkan Orang Tua Dan Anak, Cara Ampuh Kurangi Kenakalan Remaja

WONOSOBOZONE – Kenakalan remaja yang terjadi semakin banyak dan beragam.  Namun hal tersebut mampu diminimalisir ketika orang tua mau mendekatkan diri dengan anak. Kedekatan orang tua dan anak bukan saja terkait pertemuan tatap muka secara fisik, tetapi juga tentang membangun komunikasi yang efektif antara kedua belah pihak.

Dengan adanya hal tersebut, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kec. Kepil dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKKB-PPPA) bersama Pusat Informasi Konseling (PIK) berinisiatif menggelar Bina Keluarga Berencana (BKR) dalam bentuk jambore, guna menciptakan hubungan saling keterbukaan antar remaja dan orang tua.

Kegiatan jambore tersebut berupa outbond dengan dukungan setiap desa se Kecamatan Kepil yang digelar di kawasan hutan pinus desa Pulosaren, Jum’at (12/8). Aneka permainan serta rangkaian acara yang menyenangkan membuat para peserta berjumlah 130 orang itu merasa gembira dan semangat sehingga pada momen tersebut, orang tua dan para remaja dapat saling membaur.

Dengan melibatkan elemen Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Kepil, Kepala UPT Kepil BKK-BPPPA, Roro Farighoh, meyakini bahwa pemerintah desa tersebut dapat lebih peduli terhadap permasalahan remaja. “Kita ketahui bahwa organisasi yang menangani persoalan remaja selama ini kurang aktif, sehingga melalui program Badan KB yaitu PIK Remaja dan BKR diharapkan mampu meminimalisir dan menanggulangi Kenakalan remaja yang terjadi”, tambah Roro

Para Kepala Desa (Kades) dari tiap desa pun menyambut baik kegiatan sosialisasi dengan konsep jambore tersebut. Seperti halnya yang disampaikan Suwadi, Kades Pulosaren, bahwa Jambore yang diikuti oleh Orang tua Remaja beserta Anaknya merupakan langkah yang cukup efektif dalam menanggulangi kenakalan remaja. “Meskipun ada beberapa Orang tua yang terlihat canggung ketika mencoba bermain bersama anaknya, namun hal tersebut mampu mendekatkan mereka, sehingga ketika sang anak menginginkan sesuatu bisa dipahami oleh orang tua,” urai Suwadi. Kedepan, Kades berharap kegiatan tersebut bisa rutin dilakukan, mengingat angka kenakalan remaja yang ada di Kecamatan Kepil cukup tinggi. (Apr/Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here