Deadline Dana Transfer Tahap Tiga Di Akhir Oktober, Baru 4 Kecamatan Tuntas Pencairan Tahap II

Salah satu Kades menanyakan perihal skema pencairan DTD

WONOSOBOZONE – Roadshow Bupati
Wonosobo, HA Kholiq Arif dalam rangka mempercepat penyerapan dana transfer ke
desa (DTD) memasuki Kecamatan ke-11. Ketika berbicara di depan para Kades,
Sekdes, Ketua BPD dan Ketua TP PKK se-Kecamatan Selomerto di Balai Desa
Plobangan, Senin sore (12/10), Bupati menegaskan kembali, bahwa tiga tahap
pencairan DTD sudah harus tuntas di akhir bulan Oktober ini. “Saya sudah
keliling, di 10 Kecamatan lain, dan dari data di Bagian Pemerintahan Setda,
baru 4 Kecamatan, yang sudah tuntas pencairan DTD tahap kedua”, ungkap Kholiq.
Hal ini menurut Bupati harus secepatnya direspon desa-desa lain agar mengikuti
langkah serupa, agar target yang ditetapkan, yaitu penuntasan dana transfer di
Bulan Oktober bisa tercapai.
Dari keterangan
Kepala Bagian Pemerintahan Setda, Tri Antoro, proses pencairan dana transfer
desa memang masih belum bisa 100 % dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan.
“Baru 4 Kecamatan, yaitu Kepil, Leksono, Sapuran, dan Kalibawang yang sudah 100
% mencairkan DTD tahap kedua”, beber Tri. Dengan sisa waktu di bulan Oktober
yang tinggal sekitar 15 hari lagi, kehadiran Bupati secara langsung untuk
mengakselerasi Pemerintah Desa agar secepatnya menyelesaikan target pencairan,
diharapkan Tri bisa menggugah mereka. “Tiga tahapan pencairan DTD sudah harus
selesai pada akhir Oktober, agar target lain seperti penyusunan RPJMDes
transisi juga bisa terwujud sesuai rencana”, terang Tri lebih lanjut.
Seperti yang
berkali-kali disampaikan Bupati, pemerintah desa memang sepatutnya menyegerakan
penyelesaian urusan DTD. “Dana yang sudah cair di tahap pertama harus
secepatnya dialokasikan sesuai dengan yang telah menjadi kesepakatan dalam
Musrenbangdes, kemudian dibuat SPJnya”, pinta Bupati. Selanjutnya, pihak Desa
didorong pula untuk segera menyusun permohonan pencairan tahap kedua kepada
Bupati melalui Camat, serta berkonsultasi intensif dengan tim pendamping
kecamatan jika mengalami kesulitan dalam pengelolaan dana transfer.

Percepatan
penyerapan DTD, dikatakan Bupati juga akan membuat target penyusunan RPJMDes
Antara alias RPJMDes Transisi bisa terealisir sesuai jadwal. “Seiring habisnya
masa berlaku RPJMDes pada akhir 2015 ini, maka diperlukan RPJMDes transisi
hingga masa pengabdian Kades berakhir dan digela Pilkades massal pada 2016”,
papar Bupati. Saat ini, menurut Bupati baru ada 5 desa yang tengah dalam tahap
penyusunan RPJMDes Transisi, yaitu Desa Keseneng Mojotengah, Lengkong, Garung,
Gondang Watumalang, Tracap Kaliwiro, dan Wulungsari Selomerto. “Kelima desa
tersebut menjadi pilot project bagi sekolah pembaharuan desa, dan nantinya bisa
menjadi tempat belajar bagi seluruh desa se-Wonosobo”, pungkas Bupati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here