Dataran Tinggi Dieng Rawan Longsor, Alfha Ajak Petani Kentang Beralih Ke Carica

WONOSOBOZONE – Luasnya perkebunan kentang di Dieng Kejajar Wonosobo turut memicu erosi tanah yang menjadi salah satu penyebab banjir dan longsor yang belum lama ini terjadi di daerah tersebut.

.

Luas lahan kentang di Kecamatan Kejajar menurut data BPS tahun 2015 adalah 2851 Ha, sedangkan luas Kecamatan Kejajar sendiri adalah 5762 Ha.

.

Dataran Tinggi Dieng yang mayoritas terdiri dari lereng bukit dan pegunungan yang curam. Pada musim hujan seperti sekarang ini, akar pendek yang dimiliki tanaman kentang tidak dapat menahan keutuhan tanah sehingga mudah terkena erosi.

.

Dengan keadaan saat ini dimana harga kentang juga sangat murah, ditambah lagi dengan fakta bahwa tanaman sayur kentang tidak bisa menahan longsor yang dampaknya juga sangat berbahaya bagi lingkungan dan keselamatan warga sekitar.

.

Melihat keadaan tersebut, CEO Carica Gemilang, Alfha Gemilang merasa prihatin yang kemudian berinisiasi mengajak petani kentang untuk beralih ke Carica.

.

“Ditambah lagi, kita di Wonosobo hanya menjual kentang dalam bentuk bahan mentah yang tidak mempunyai nilai jual yang kuat dan tidak mendukung Kabupaten Wonosobo yang kuat di sektor pariwisata dan UMKM.” Ujar Alfha di acara Meet and Greet Mas Alfha dan Tasyakuran 5 Tahun Carica Gemilang, Sabtu (22/12/2018).

.

Sebagai tanaman alternatif, Carica memiliki akar lebih panjang yang membuatnya mampu mencegah terjadinya erosi tanah secara lebih baik.

.

Tanaman ini memerlukan lebih sedikit pupuk dan pestisida dibanding kentang, sehingga biaya produksinya pun lebih murah.

.

Tanaman carica selain mampun menahan air lebih baik, usia tumbuh pun lebih lama dibandingkan Kentang. Bahkan tanaman Carica bisa bertahan hidup hingga 10 tahun.

.

Dilain hal tersebut, dengan menanam carica juga bisa mengangkat banyak sisi positif. Salah satunya sebagai pencaharian dengan income yang bagus bagi petani dan pelaku UMKM.

BACA JUGA:  Dandim 0707 Sumbang Sapi dan Kambing di Hari raya Idul Adha

.

Didepan 150 undangan yang hadir di acara Tasyakuran tersebut, Alfha yang terkenal sebagai sosok pengusaha muda ini menjelaskan bahwa Carica Gemilang adalah salah satu produsen carica yang konsen akan hal ini.

.

“Kami bertujuan untuk mengenalkan buah carica kepada dunia. Sehingga harapannya bisa merubah perlahan pola tanam petani Dieng yang lebih sering menanam kentang dari pada Carica.” ujarnya.

.

Alfha menambahkan, Data Saat ini carica gemilang ada 4 supplier, dengan jumlah petani 40 orang. Pohon carica yang dimiliki baru sekitar 2500an Pohon.

.

Potensi pasar masih luas, Kepala dinas Pariwisata Kab. Wonosobo mentargetkan di tahun 2020 mendatang jumlah wisatawan ke Wonosobo mencapai 1 juta wisatawan/tahun, padahal saat ini baru 500.000 orang/tahun.

.

Belum lagi dengan potensi pemasaran luar kota. Untuk saat ini carica gemilang baru memasok 600an toko di seluruh Indonesia. Padahal di Indonesia untuk toko retail saja ada 2,5 juta toko.

.

Dengan melihat peluang tersebut, kita dapat mencegah terjadinya bencana serupa (erosi tanah) di masa yang akan datang dan tetap menyediakan sumber penghasilan yang lebih baik lagi bagi petani di dataran tinggi Dieng,” ungkap Alfha.

.

“Untuk mencapai hal tersebut, tentu Carica Gemilang tidak bisa sendirian. Di usia kelima tahun ini kami harus melebarkan sayap lagi dan tentu adanya Support dari berbagai pihak yang terkait.” tutup Alfha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.