Dari Keris Sampai Peralatan Dapur Diyakini Berusia 2 Abad

Melihat Koleksi Benda Pusaka Di Kediaman Haji Darno Susanto
WONOSOBOZONE – Sebuah rumah milik H Darno Susanto (96), di jalan Veteran Wonosobo atau yang lebih dikenal dengan kawasan Sudagaran ternyata menyimpan banyak sekali benda-benda kuno nan antik. Bentuknya pun beragam, mulai dari pusaka seperti keris dan tombak, sampai peralatan dapur seperti mangkuk sayur anti basi, piring makan, guci, dan alat elektronik berupa jam dan radio kuno. Semua masih lengkap, meski ada beberapa di antaranya terlihat kurang terawat dengan baik. Sang pemilik, H Darno Susanto, alias Mbah Darno yang kini tengah dalam kondisi sakit menjelaskan bahwa sebagian besar benda-benda itu merupakan warisan turun temurun. Melalui menantunya, Agus Purnomo, penjelasan lebih lengkap mengenai koleksi unik tersebut terungkap.
“Kami meyakini banyak dari barang-barang ini memiliki andil dalam perjuangan melawan penjajah Belanda, karena dari cerita Mbah Darno, sebagian besar merupakan peninggalan tahun 1836, bersamaan dengan tahun didirikannya rumah ini, dan banyak pula yang jauh lebih umurnya lebih dari 200 Tahun,” terang Agus kepada Wonosobo Herritage (WH) yang mengunjungi kediamannya, Sabtu (21/5) malam. Wonosobo, di sekitar tahun tersebut menurut Agus memang tengah berada di masa awal pembentukan pemerintahan pascaperang Diponegoro. “Setelah tak lagi berfungsi sebagai senjata untuk berperang, keberadaan benda-benda pusaka ini tetap disimpan dan hingga kini kami sebagai generasi keempat turut berupaya menjaganya,” lanjut Agus.
Selain sebagia upaya menjalankan amanah, upaya merawat benda-benda pusaka tersebut dikatakan  Agus, memiliki maksud agar kelak anak-cucu tetap bisa belajar mengenai sejarah di peradaban sebelumnya. “Wonosobo ini belum memiliki museum yang mampu menjelaskan betapa pada jaman perjuangan, warga masyarakatnya memiliki peran besar dalam upaya mengusir para penjajah dari bumi pertiwi,” bebernya. Dengan ikhtiar merawat benda-benda pusaka warisan moyangnya itu, Agus berharap kelak generasi berikutnya bisa mempelajari dan tak mudah melupakan sejarah. Pihaknya juga sengaja mengundang komunitas Wonosobo Herritage demi mendapat masukan maupun saran terkait teknis perawatan benda pusaka agar lebih awet. 
Kesempatan melihat koleksi benda-benda pusaka di kediaman Mbah Darno, disambut antusias Hedi Tri Esanda, salah satu anggota WH yang mengaku memiliki ketertarikan khusus dengan senjata-senjata kuno. “Ini jelas sangat menggembirakan, mengingat ada keluarga yang secara telaten menjaga dan merawat pusaka kuno bernilai sejarah,” tutur Hedi. Namun, Hedi juga mengungkapkan keprihatinannya ketika melihat kondisi benda-benda pusaka kuno seperti keris dan tombak yang sebagian terlihat sudah termakan korosi. “Perawatannya memang tidak mudah, tapi kami akan berusaha membantu Mbah Darno dan Pak Agus Purnomo untuk memulihkannya,” tegas Hedi. Dengan diperlakukan secara benar, benda-benda bernilai sejarah tinggi tersebut diyakini Hedi bakal mampu menjadi media pembelajaran sejarah masa lampau Wonosobo. “Dari benda-benda kuno ini, meski mereka diam, banyak yang bisa kita pelajari, terutama mengenai kebiasaan warga masayarakat Wonosobo di era perjuangan melawan penjajah Belanda,” pungkas Hedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here