Dana PKH Cair, Sekolah Anak Harus Jadi Prioritas

Wagub serahkan dana PKH secara simbolis kepada salah satu KSM
WONOSOBOZONE – Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo meminta agar keluarga sangat miskin
(KSM) penerima dana program keluarga harapan (PKH) tahap I, yang diterimakan
Rabu (20/4), benar-benar mengalokasikan untuk kebutuhan primer keluarga.
Pendidikan anak, sebagai salah satu target sasaran dana PKH, disebut Wabup
sebagai salah satu yang wajib diprioritaskan. “Gunakan uang yang sudah diterima
untuk mendukung sekolah anak, agar tak putus di tengah jalan,” pinta Wabup
sebelum secara simbolis mengawali penyerahan dana PKH kepada 380 KSM dari 20
desa/Kelurahan se-Wonosobo. Program keluarga harapan, menurut Agus sangat
strategis, khususnya untuk Kabupaten Wonosobo, yang rerata tingkat pendidikan
baru berada di angka 6,8 tahun.
“Dengan adanya bantuan pemerintah melalui PKH ini, saya meyakini tingkat
pendidikan anak-anak di Kabupaten Wonosobo bisa lebih dari itu,” ungkap Agus.
Selain untuk mendorong tingkat pendidikan, program PKH dikatakan Wabup juga
ditargetkan mampu menekan angka kematian Ibu dan anak, karena juga meyasar ibu
hamil dan ibu menyusui dari kalangan keluarga miskin. “Ibu-ibu yang tengah
menjalani kehamilan, saya minta juga bijak dalam menggunakan dana PKH untuk
secara rutin memeriksakan kandungan dan menunjang asupan gizi, agar janin sehat
selalu,” harap Wabup. Demikian pula bagi yang tengah mengasuh anak-anak balita,
dana tersebut diharapkan Agus bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan gizi
mereka. Intinya, Agus berharap agar para penerima dana PKH tidak menggunakan
dana yang diterima untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.
Program PKH, seperti dikatakan Dwi Fuad Riyadi, petugas pendamping PKH
Wilayah Kecamatan Wonosobo memang menyasar keluarga sangat miskin (KSM). 
Data keluarga yang masuk menjadi peserta PKH, menurut Fuad diperoleh dari basis
data terpadu dan memenuhi sedikitnya satu kriteria kepesertaan program, seperti
memiliki ibu hamil atau nifas, atau anak balita. “Atau di KSM tersebut ada anak
usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan dasar (pra sekolah), atau anak usia
SD/MI/Paket A/SDLB,”  lanjut Fuad. Kategori yang bisa dimasukkan ke
program keluarga harapan, disebut Fuad juga meliputi adanya anak SLTP/MTs/Paket
B/SMPLB di rentang usia 12-15 tahun atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan
pendidikan dasar, termasuk anak dengan disabilitas.

Dengan jumlah usulan mencapai 40.274 KSM di tahun 2016, PKH Kabupaten
Wonosobo hanya mampu memasukkan 26.503 KSM. Menurut Fuad, seleksi penerima
program PKH di Wonosobo menjadi yang paling ketat di Indonesia. “PKH Wonosobo
ini masuk lima besar yang paling sedikit di Indonesia, karena memang kami
menyeleksi sesuai prosedur yang ditetapkan Pemeirntah Pusat,” tandas Fuad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here