Dahsyatnya Senam Tera, Makin Diminati di Wonosobo

WONOSOBOZONE Tak heran jika usia harapan hidup di Wonosobo bisa mencapai angka di atas 70 tahun. Angka ini cukup jauh jika dibandingkan dengan usia harapan hidup Nasional, yang berada di angka rerata 66 tahun. Tentu saja banyak faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Namun bila ditelusuri lebih jauh, selain karena  unsur utama berupa dukungan udara sejuk dan segar setiap harinya, kecukupan kebutuhan pokok, hingga situasi lingkungan yang kondusif, ternyata warga Wonosobo, terutama kalangan lanjut usia (lansia) ternyata semakin rajin berolahraga. Dan mengingat usia mereka yang sudah di atas 60 an tahun, jalan kaki dan olahraga ringan seperti senam menjadi pilihan utama. Salah satu jenis senam yang banyak dipilih kaum sepuh Wonosobo dan kini tengah menjadi tren adalah Senam TERA (Tenteram Rapi dan Indah).
Senam dengan gerakan pelan namun memiliki khasiat bagi kesehatan persendian tubuh tersebut saat ini semakin banyak terlihat diperagakan di beberapa tempat strategis di seputar Kota Wonosobo. Salah satu kelompok lansia yang rajin menggelar senam TERA, terlihat pada Minggu (23/8) di sudut Taman Plasa. Kelompok yang diketuai Ny Trisno Hartono tersebut telah memiliki jadwal rutin untuk berkumpul dan menggelar senam bersama. “Setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu pagi kita menggelar senam di Taman Plasa, sementara untuk jadwal selain hari tersebut kita gelar di halaman Kodim 0707/Wsb”, jelas Ny Trisno yang hingga usia 74 tahun masih tampak sehat dan penuh semangat. Dikatakan anggota Senam Tera Indonesia (STI) tersebut, jumlah lansia yang mengikuti senam Tera di Wonosobo sudah mencapai ratusan orang, dan berkelompok sesuai dengan kelonggaran waktu mereka sendiri. “Tak hanya di Kota, tapi juga sudah sampai ke wilayah seperti Sapuran, Kaliwiro, dan Kepil, dengan anggota termuda berusia 55 dan tertua 76 tahun”, terang perempuan yang akrab dengan sapaan Bu Tris tersebut.
Ketika ditanya ihwal mula populernya senam Tera di Wonosobo, Bu Tris mengaku sudah tidak begitu ingat, namun ia sendiri telah hampir 30 tahun menekuni senam yang mulai awal hingga akhir diiringi instruksi Tarik dan Lepas itu. “Sebenarnya senam Tera ini bagus untuk semua kalangan dan untuk segala usia, namun memang kini lebih identik dengan para lanjut usia”, jelas Bu Tris. Senam Tera, menurut Bu Tris sangat membantu melenturkan persendian dan urat nadi serta pembuluh darah, sehingga dengan rutinitas terjaga, badan pun menjadi memiliki daya tahan lebih dan tak rentan terkena penyakit. “Setiap hari hanya butuh waktu satu jam untuk senam, dengan gerakan yang teratur, yaitu dimulai dari peregangan, pemanasan persendian, dan pendinginan”, urai perempuan yang mengaku tak pernah meminta upah untuk membimbing senam Tera tersebut.
Bagi para lansia yang menjadi peserta senam tera sendiri, kebiasaan rutin bersenam benar-benar dirasakan manfaatnya. Wahyono (60), warga Selomerto bahkan rela datang sejak jam 5.30 di Taman Plasa setiap Senin, Rabu, Jum’at dan Minggu pagi demi agar tak terlambat mengikuti senam. “Kita-kita yang sudah lansia, selayaknya berupaya sendiri menjaga kesehatan dan kebugaran badan, termasuk dengan senam Tera ini, agar tidak gampang sakit dan membebani keluarga”, beber kakek 5 cucu dan 1 cicit tersebut. Ia sendiri berharap, akan semakin banyak lagi kaum lansia Wonosobo yang sadar dengan pentingnya manfaat senam Tera, dan turut bergabung dengannya. “Selain bersenam, bisa ketemu dengan teman-teman satu angkatan juga menjadi hiburan tersendiri”, tutur Wahyono sembari terkekeh.
Source : wonosobozone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here