Curug Kedung Pane Lengkapi Destinasi Wisata Desa Erorejo

WONOSOBOZONE – Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang kembali membuka sebuah objek wisata. Setelah sukses mengembangkan lubang sewu menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan waduk wadaslintang, Desa di berjarak lebih dari 40 kilometer dari Kota Wonosobo itu berupaya menarik lebih banyak kunjungan wisatawan dengan membuka curug kedung pane. Kades Erorejo, Ambar Riyanto menyebut pembukaan Kedung Pane sebagai upaya untuk melengkapi destinasi wisata, agar para pengunjung semakin banyak pilihan. Lubang sewu sudah berhasil menggerakkan ekonomi warga desa, dan kini kami berupaya agar geliat perekonomian di Erorejo semakin bertumbuh dengan dibukanya objek wisata curug kedung pane ini, terang Ambar, di sela menerima kunjungan Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo, Sabtu (7/5).
Di Curug kedung pane, pengunjung dikatakan Ambar bakal menemui panorama khas pedesaan yang masih sangat alami. Gemericik air nan jernih dan hamparan persawahan di sekelilingnya banyak disebut para pengunjung mampu memberi rasa tenteram dan nyaman, bebernya. Lokasi curug, menurut Ambar juga sangat aman untuk aktivitas mandi dan merasakan kesejukan serta kesegaran airnya. Tak hanya wisata curug, pihak desa dikatakan Ambar juga menyediakan objek lain yang terletak tak jauh dari Kedung Pane, yaitu puncak bukit Windusari.
Di puncak Windusari, yang disebut juga sebagai The Highest point in Erorejo tersebut, Ambar menyebut wisatawan bakal dibuat terpukau dengan bentang alam nan elok.
Di pagi dan sore hari, akan terlihat pesona matahari terbit maupun matahari tenggelam dari puncak Windusari, terangnya.
Untuk mengakses objek-objek wisata tersebut, pihak desa dikatakan Ambar tak mematok tarif mahal, karena pengunjung hanya perlu membayar ongkos parkir kendaraan, sebesar 2 Ribu rupiah. Yang terpenting adalah agar ekonomi warga desa bisa bergerak, karena nantinya efek lanjutan yang muncul adalah terbukanya peluang usaha bagi warga masyarakat setempat, jelas Ambar.
Semakin bergairahnya warga Erorejo untuk memajukan sektor wisata desa dijelaskan oleh  Anas Fauzi, Ketua Karang Taruna setempat yang turut mendampingi kunjungan Kepala Parekraf. Menurut Anas, setelah berhasil dengan lubang sewu, semangat warga Erorejo untuk mengangkat potensi pariwisata menjadi sangat tinggi. Lubang sewu kini dikunjungi tak kurang dari 2000 wisatawan per minggunya, dan mampu memberikan dampak perekonomian luar biasa bagi warga, urai Anas.
Hal serupa, menurutnya juga akan bisa diperoleh dari terangkatnya potensi Kedung Pane dan Puncak Windusari. Tren wisata alam sekarang tengah populer karena peran media, baik cetak maupun elektronik, serta sosial media, jelas Anas. Fenomena itulah yang menurutnya harus ditangkap sebagai peluang untuk menghidupkan desa agar ke depan warga mampu mandiri dan sejahtera.
Pembukaan Kedung Pane dan Puncak Windusari di Erorejo ditanggapi antusias oleh Kepala Kantor Parekraf, Agus Purnomo. Agus yang memang tengah gencar mendorong desa agar mengoptimalkan potensi wisata mereka, menyebut Erorejo layak menjadi teladan bagi desa-desa lain di Wonosobo. Peran warga masyarakat, utamanya para pemuda Erorejo yang begitu semangat dalam mengoptimalkan potensi wisata mereka, layak diapresiasi dan semoga mampu memotivasi desa-desa lain agar juga bergerak demi memajukan perekonomian warga, tandas Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here