Curah Hujan Tinggi, Wonosobo Siaga Bencana

WONOSOBOZONE –  BMKG prediksikan puncak musim hujan terjadi di bulan Januari sampai Februari mendatang. Dengan intensitas tinggi, lebat dan durasi yang cukup lama. Curah hujan berkisar 400-500 mm/detik. Sehingga ini menjadi ancaman yang serius yang perlu diwasadai. Demikian dikatakan Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Prayit, saat digelar Apel Kesiapsiagaan Banjir dan Longsor dan Angin Puting Beliung di halaman Kantor Camat Kalibawang, Kamis (11/1).
Bencana yang terjadi di Kabupaten Wonosobo di Tahun 2017 secara garis besar mengalami peningkatan. Titik rawan yang berpotensi bencana, menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo, sedangkan terkait puncak musim hujan saat ini menurut Prayit, wilayah yang paling rawan ada di 4 wilayah Kecamatan, yakni Wadaslintang, Kaliwiro, Kalibawang dan Kecamatan Kertek.
Prayit menyampaikan berbagai peringatan dini sudah dilakukan BPBD bekerjasama dengan BBMPG termasuk Vulcanologi dan BMKG. Dikatakannya Ada 2 kerjasama yang dilakukan, dari BBMPG kerjasama yang dilakukan yakni pantauan terkait pada vulkanik-vulkanik yang berpengaruh terhadap kegunungapian dengan situasi iklim. Sedangkan BMKG untuk memantau bagaimana curah hujan yang berpengaruh terhadap tingkat kemiringan pegunungan.
Maka dari itu menurutnya sinergitas semua unsur harus terus dibangun dan ditingkatkan. Dikatakanya, sinergitas yang dibangun saat ini merupakan capaian bersama antara TNI, POLRI, Pemerintah dan Masyarakat. Hal tersebut terlihat sudah menunjukkan adanya peningkatan. Dimana pengetahuan tentang penanggulangan dan penanganan bencana adalah penting manakala semua hadir, baik lembaga Pemerintah, TNI, POLRI, Lembaga Swasta maupun Masyarakat itu sendiri. Kehadiran semua unsur akan menjadi penting, katanya.
Sementara itu Bupati Wonosobo Eko Purnomo dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Wonosobo merupakan sebuah kawasan pegunungan yang termasuk dalam jenis pegunungan muda dengan lembah yang curam. Dengan tingginya curah hujan per-tahun, yang berkisar antara 1.713 sampai dengan 4.255 mili meter per-tahun, sehingga mengakibatkan seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Wonosobo rawan terjadinya bencana banjir, bencana tanah longsor dan amblesan.
Sehubungan dengan itu, meskipun bencana tersebut tidak diharapkan, namun Eko menghimbau kepada seluruh warga Wonosobo untuk terus dan tetap siap siaga serta selalu waspada apabila sewaktu-waktu bencana terjadi. Dan perlu diketahui dan diingat bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, SAR maupun instansi terkait semata, namun kita semua harus menyadari, bahwa penanggulangan bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo, tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati bersama Dandim, Kapolres serta Sekda Kabupaten Wonosobo lakukan penyerahan bantuan secara simbolis. Bantuan Gubernur Jateng diserahkan kepada 7 Kepala keluarga terdampak atau korban bencana di wilayah Kecamatan Wadaslintang dan Sukoharjo. Penyerahan 9 unit Huntara, serta penyerahan bantuan peralatan sekolah dan sembako.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here