KKoKopi milik petani kopi desa bowongso ng sedang dijemur

 

Kopi milik petani kopi desa bowongso yang sedang dijemur

WONOSOBOZONE – Cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini sangat berpengaruh pada produksi kopi arabica di Kabupaten Wonosobo. Di Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, produksi kopi tahun 2017 diperkirakan mengalami penurunan hingga  30 persen.

“untuk tahun ini, kami perkirakan produksi kopi mengalami penurunan hingga 30 persen, bahkan bisa lebih,” ungkap Ketua Kelompok Tani Bina Sejahtera Desa Bowongso Kalikajar Edi Subekti  kemarin di kantornya.

Menurutnya,  produksi kopi di Desa Bowongso pada tahun 2016 silam mencapai 10 ton lebih, namun dari perkiraaan perhitungan yang dilakukan pada tahun ini, jumlahnya tidak mampu mencapai  9 ton. Hal itu karena cuaca belakangan ini  berdampak pada bakal buah kopi yang rontok akibat terpaan angin kencang dan hujan deras.

“hujan dan angin datang saat tanaman mulai berbunga, dampaknya bakal buah banyak rontok, meski begitu proses pemeliharaan tetap dilakukan oleh petani, menjaga bakal buah yag masih bertahan,” tandasnya.

Situasi tersebut tidak hanya dialami oleh petani kopi  di desa bowongso yang berada di kaki gunung sumbing, akan tetapi  desa-desa lain penghasil kopi arabica dan juga jenis kopi yang lain mengalami nasib serupa. Produksi diperkirakan turun karena cuaca.

“saya kira soal dampak cuaca terhadap produksi kopi terjadi secara menyeluruh,” imbuhnya

Kontributor : Agus S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here