Mitos Kali Serayu

WONOSOBOZONE – Kali
Serayu
adalah sungai
yang melintasi beberapa kabupaten di Jawa Tengah seperti Kabupaten
Banjarnegara
, Kabupaten
Purbalingga
, Kabupaten
Banyumas
, Kabupaten
Cilacap
dan Kabupaten Wonosobo sebagai tempat berhulunya sungai ini,
tepatnya di lereng Gunung Prahu.
Nama
sungai Serayu sendiri berasal dari kata bahasa jawa “sira” yang berarti kamu
dan “ayu” yang berarti cantik jadi Serayu memiliki makna “Kamu yang cantik”
atau “Kepala dengan wajah yang cantik” Karen kata “sira” juga disebut “sirah”
yang memiliki arti “Kepala”
Mata
airnya dikenal sebagai Tuk Bima
Lukar
(mata air Bima Lukar) karena menurut mitos sungai ini
merupakan jejak kaki Bima yang merupakan putra dari Pandu Dewanata dan Dewi
Kunthi Nalibrata. Saat ingin pergi ke laut selatan untuk mendapatkan tirta perwitasari,
dalam perjalanannya Bima meninggalkan jejak-jejak kaki yang berlubang sehingga jadilah
sungai serayu yang panjang, dalam dan lebar karena sampai saat ini luas Serayu
mencapai 4.375 km² dan juga memiliki banyak anak sungai seperti Kali Bengaluh,
Kali Tulis, Kali Merawu dan masih banyak lagi anak sungai yang lainnya.
Konon
sungai ini juga dilindungi oleh Dewa berwujud manusia yaitu Semar yang selalu
menjaga keselarasan hubungan manusia dan berwatak sederhana, jujur, sabar dan rendah hati. Selain
itu sungai Serayu pernah menjadi tempat persinggahan Sunan Kalijaga dalam pengembaraannya
menyebarkan agama Islam. Di sinilah sang Sunan melihat sosok Kepala Perempuan
dengan wajah yang cantik kemudian Sunan yang memiliki nama Raden Said ini memberi
nama Serayu. (RTA)
Referensi: Serayu,
Mitos dan Semar (Sri Wintala Achmad), Wikipedia

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here