Cengkul Suri, Pesona Sunset Di Desa Pluralisme, Buntu Kejajar

WONOSOBOZONE – Wonosobo
tak pernah kehabisan tempat untuk menikmati pemandangan menawan dari
ketinggian. Setelah dataran tinggi Dieng dengan pesona matahari terbit di
Puncak Sikunir dan Puncak Prau, para wisatawan kini bisa mencoba sensasi baru, bercengkerama
dengan alam di punggung Gunung Sindoro. Adalah bukit Cengkul Suri, sebuah bukit
di Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, di mana pemandangan yang terhampar sungguh
menyejukkan mata, terlebih ketika hari menjelang sore, di mana matahari di ufuk
barat mulai meniti peraduan. Pendar warna merah keemasannya, tampak menyelimuti
hamparan dataran tinggi Dieng dan sekitarnya, bahkan sampai air telaga menjer
pun terlihat berkilau memesonakan mata.
Keindahan
cengkul suri bisa dinikmati cukup mudah, karena bila ditempuh dari Desa Buntu,
hanya memakan waktu tak lebih dari 30 menit. Ke depan, waktu tempuh tersebut
akan semakin singkat, seiring adanya niat Pemerintah Desa Buntu untuk membuka
akses jalan, hingga membuat wahana wisata outbond berupa flying fox. Rencana
itu, seperti dikatakan Kades Buntu Supardi, masih terus dimatangkan, karena
selain butuh dukungan dana tak sedikit, jalur yang hendak dibuka sebagian besar
berupa hutan yang hak pengelolaaannya dimiliki oleh Perhutani.
Di
tengah perjalanan menuju Cengkul Suri, bersama Kepala Kantor Pariwisata
Kabupaten Wonosobo, Minggu (21/6), Supardi menceritakan ihwal mula pihaknya
mengetahui pesona alami punggung Snindoro itu. “Awalnya adalah ketika kami
menerima kedatangan para Mahasiswa dari Universitas Diponegoro, yang hendak
menggelar kuliah kerja nyata, pertengahan Tahun 2010 lalu”, ungkap Supardi. Salah
satu kegiatan yang dilakukan para Mahasiswa tersebut, menurut Supardi adalah
penanaman ratusan batang pohon jenis cemara gunung di lereng Sindoro, di mana
pada akhirnya dari kegiatan itulah diketahui jalur menuju Cengkul Suri. “Nama
bukit cengkul suri sendiri muncul dari adik-adik mahasiswa, dan saya juga tidak
paham maksudnya”, jelas Supardi. Masyarakat setempat lebih mengenal tempat di
sekitar Cengkul Suri dengan nama kawasan bukit Ketapan.
Melihat
pesona Cengkul Suri, Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo
SH SSos MSi pun mengakui bahwa keindahannya tak kalah dengan matahari terbit di
Bukit Sikunir. “Pemandangannya luar biasa, dan tempatnya juga tak sulit
dijangkau, karena tidak begitu jauh dari Desa Buntu”, kata Agus sesaat setelah
menapak di puncak Cengkul Suri. Dari atas bukit yang berada di ketinggian
sekitar 1900 mdpl itu, pemandangan yang tersaji memang sangat memesonakan mata.
Mata pengunjung akan dimanjakan dengan hijaunya lereng Sindoro, serta kawasan
dataran tinggi dieng yang tampak di kejauhan. Persis di sebelah barat, Telaga
Menjer beserta hamparan perbukitan yang melingkupinya  juga terlihat berkilau diterpa sinar
matahari. Tak heran bila kemudian Kepala Kanparekraf mengaku sangat apresiatif
terhadap upaya Pemdes Buntu membuka kawasan itu sebagai wahana wisata alam
baru. “Desa Buntu, yang selama ini dikenal dengan pluralismenya akan semakin
menarik minat wisatawan dengan adanya Cengkul Suri”, ungkap Agus penuh
optimisme.
Bahkan
menurut Agus, sebenarnya keindahan alam yang tersaji di Desa Buntu sudah
terlihat di sepanjang jalur menuju puncak bukit di punggung Sindoro tersebut.
“Bila akan dikembangkan, ada baiknya dibangun dulu semacam tempat istirahat
bagi wisatawan di jalur menuju Cengkul Suri, karena saya melihat sendiri,
keindahan alam yang terhampar juga tak kalah menarik”, harap Agus. Selain area
persawahan milik penduduk, para pengunjung akan bisa menikmati hamparan
perkebunan teh milik PT Tambi yang berada di seberang Desa Buntu. “Di jalur ini
bisa pula dibangun semacam gazebo-gazebo untuk istirahat, dan dilengkapi dengan
kedai yang menyediakan jajanan dan minuman khas desa Buntu, sehingga pengunjung
akan merasa nyaman dan kerasan berada di Buntu. Pihaknya sendiri, diakui Agus
akan sangat support terhadap rencana pengembangan Kawasan wisata baru di Desa
Buntu, karena hal itu kelak juga bakal berimbas positif terhadap kesejahteraan
warga masyarakatnya.
Hamparan persawahan dan perbukitan di sepanjang jalur menuju puncak cengkul suri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here