Cegah Terjadinya Kecelakaan, Pemkab Dirikan Terminal Keselamatan

WONOSOBOZONE – Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo Melalui Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan ( Disperkimhub) mendirikan Terminal Keselamatan di area jalur rawan kecelakaan, tepatnya di sebelah timur pasar Reco. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tingginya angka kecelakaan yang sering menelan korban jiwa di jalur tengkorak Kledung-Kertek.

Terminal keselamatan tersebut dibuat setelah mendapatkan ijin dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat No AJ005/2/1/DRJD/2019, yang didasari Peraturan Menteri Perhubungan No 96 tentang Manajemen Rekayasa Lalulintas jalan raya. Maka di hari Senin 2 September 2019 di launching-lah terminal keselamatan dengan EWS dan Black Boxnya ini oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo bersama Perwakilan dari Setjen Kemenhub RI, Kepala Biro PIP Bambang Wijonarko dan Kepala Balai Sarpras IV Dishub Provinsi Jawa Tengah Imam Santoso, serta jajaran Forkopimda dan Instansi terkait lainya.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengatakan, dengan adanya terminal keselamatan ini akan menjadi sebuah alternatif sementara sebelum adanya alternatif lain untuk jangka panjang, sehingga angka kecelakaan di jalur tengkorak akan semakin berkurang. Mudah-mudahan ini bisa menjadi alternatif sementara, sampai kita menemukan alternatif lain untuk jangka panjang. Dan semoga kedepan, angka kecerlakaan di jalur tengkorak akan semakin berkurang”, harap Bupati.

Sementara itu, Kepala Disperkimhub Kabupaten Wonosobo Bagiyo Sarastono mengatakan, terminal Keselamatan ini dibuat guna wujudkan zero accident. Karena keselamatan kendaraan dan pengguna fasilitas jalan raya sangat ditentukan oleh kondisi sistem keamanan dan kelayakan suatu kendaraan di jalan raya.

Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem yang terintegrasi untuk pencegahan dan pengawasan lokasi/area tertentu yang rawan atau sering terjadi kecelakaan,” kata Bagyo, Senin (2/9).

Selain itu Bagyo juga menerangkan, terminal keselamatan tersebut, diperuntukan khusus bagi kendaraan dengan muatan berat diharuskan berhenti untuk kemudian dipasang alat Early Warning System (EWS). “EWS merupakan alat deteksi dini yang meliputi break sensor, front camera, dan black box, dimana alat ini merupakan seperangkat alat guna memberikan jaminan keamanan berkendara untuk mewujudkan kelayakan kendaraan sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan raya,” terangnya.

BACA JUGA:  Gelar Budaya Wujud Ekspresi Seni Budaya Daerah

Lebih lanjut menurut Bagyo, Terminal Keselamatan tersebut nantinya bertugas melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan meliputi STNK, SIM, dan Buku Kir, serta pemasangan EWS di ruang kemudi dan perangkat pengereman di roda. Secara terperinci dengan sistem kerjanya, kendaraan yang akan melintas atau melewati di area rawan akan masuk pos khusus untuk dipasang alat portabel oleh petugas. Apabila terjadi kesalahan pada sistem pengereman misal seperti pelat rem overheat, rem blong atau mesin mengalami overheat, maka alarm di kabin mobil dan lampu emergency diatas mobil akan aktif, transmitter akan mengirim signal ke receiver titik tiang di sepanjang jalur rawan.

Sirene dan lampu strobe emergency serta recorded voice melalui horn speaker di sepanjang jalur akan aktif bersamaan mengingatkan kepada pengguna jalan dan pengemudi untuk berhati-hati dan waspada. Semua rekaman visual di area bisa diputar ulang untuk melihat kembali jika ada kejadian. Server di kantor pusat akan memantau dan mencatat semua log peristiwa dan kejadian di area rawan tersebut. Sensor di sepanjang jalur akan menyalakan lampu PJU dan rambu elektronik atau lampu peringatan apabila kendaraan melewati area tersebut/ kendasraan overheat,” pungkasya. (W)

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.