Cegah Pernikahan Usia Dini Butuh Kerjasama Semua Pihak

WONOSOBOZONE.COM – Banyaknya kasus pernikahan dini yang menyeret para generasi milenial membuat keprihatinan sejumlah pihak. Di Kabupaten Wonosobo sendiri saat ini angka pernikahan usia dini tergolong masih tinggi.

Terbukti dari data yang ada di kantor Pengadilan Agama Kabupaten Wonosobo, sebanyak 293 calon pengantin usia anak yang disidangkan dalam perkara permohonan dispensasi nikah pada tahun 2019.

Menurut Kepala Kantor Pengadilan Agama Wonosobo Muh. Zainuddin mengatakan, sebanyak 293 calon pengantin usia anak yang disidangkan di tahun 2019, namun hanya 213 yang dikabulkan. Sedangkan hingga hari ini di akhir Februari tahun 2020, sudah ada sedikitnya 80 calon pengantin usia anak yang mengajukan dispensasi permohonan nikah dan calon pengantin 66 yang dikabulkan.

Wonosobo sendiri sebenarnya sudah selangkah lebih maju dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah, karena sudah mempunyai Perbup tentang perkawinan usia anak. Selain itu sudah ada Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang memberikan rekomendasi bagi usia anak yang mengajukan pernikahan, khususnya di psikologisnya,” ujar Zainuddin disela-sela acara Workshop Strategi Penanggulangan Perkawinan Usia Anak bagi Instruktur Bimbingan Perkawinan yang digelar oleh Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo yang diikuti sekitar 30 peserta dari KUA dan Penyuluh agama di Ruang Rapat Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Wonosobo, Kamis (27/2).

Sementara itu, Kepala Bidang PPPA Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Erna Yuniawati, juga menyampaikan bahwa mencegah dan menekan angka pernikahan usia anak sangat diperlukan. Menurutnya peran kepala KUA dan Penyuluh Agama sangat strategis dalam mencegah dan menekan angka pernikahan usia anak.

Dalam melaksanakan strategi penanggulangan perkawinan pada usia anak disebut Erna butuh peran semua pihak, mulai dari peran Pemerintah Daerah, pemerintah Desa, peran orang tua/wali, peran serta anak dan peran serta masyarakat.

BACA JUGA:  TNI Dan Petani Melawan Tikus Sawah

Perlu banyak sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak dari pernikahan usia anak, karena pernikahan usia anak dapat mengakibatkan gangguan kesehatan perempuan dan bayi bahkan sampai kematian, dapat menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, termasuk perdagangan anak. Selain itu juga akan menyebabkan kemiskinan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.