Cegah Black Campaign, Panwas Edukasi Pemilu Kepada Generasi Jaman Now

WONOSOBOZONE – Upaya panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Wonosobo dalam mencegah pelanggaran seperti Black Campaign dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 kian digencarkan. Hal tersebut terlihat ketika ratusan calon pemilih pemula Wonosobo diajak berdiskusi tentang peran pentingnya pemilu sekaligus pengawasannya di salah satu Ballroom hotel Wonosobo belum lama ini. “Pemilih pemula ini sangat rentan untuk dipengaruhi hal-hal yang belum mereka tahu tentang pemilu. Oleh karenanya, kami mengumpulkan mereka disini untuk diberikan arahan yang berupa edukasi agar dapat berpartisipasi aktif mengawasi jalannya pilgub 2018 mendatang,” ungkap Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selain arahan secara materi dan tertulis, Fajar yang didampingi Panwaslu Kabupaten juga mengajak para generasi muda tersebut untuk melakukan perumusan teks deklarasi relawan pemilu partisipatif. Aksi tersebut, lanjutnya, dimaksudkan untuk mendorong terwujudnya Pilgub Jateng 2018 sekaligus Pemilu 2019 berlangsung bersih, ideal dan berkualitas. “Teks deklarasi yang dirumuskan terdiri dari 9 butir. Diantara 9 butir tersebut, poin besarnya yakni mendorong terwujudnya Pemilu yang langsung, umum, bersih, rahasia jujur dan adil (Luber Jurdil) serta berkualitas. Nah, para pemuda ini kami ajak untuk berkomitmen menjadi relawan pengawas dalam menekan pelanggaran disemua tahapan Pemilu,” bebernya..
Upaya mengikutsertakan masyarakat khususnya generasi Y dan Z dalam mengawasi jalannya Pilgub Jateng 2018 dibenarkan oleh ketua Panwaslu Kabupaten Wonosobo, Eko Fifin Haryati. Fifin menyebut tak hanya materi dan perumusan teks deklarasi saja yang diupayakan pihaknya, melainkan bentuk praktek dalam mengajak warga untuk terlibat mengawasi pemilu, yakni berupa aksi long march dengan membawa 9 butir perumusan teks deklarasi relawan partisipatif black campaign Pilgub Jateng 2018. “Kami libatkan pemilih pemula untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan melakukan aksi perkalanan mengelilingi kota Wonosobo. Jalurnya melewati Jalan Soekano-Hatta, kemudian memutar di Alun-Alun Wonosobo, Jalan Diponegoro kemudian memubarkan diri. Sepanjang perjalanan, peserta mengusung poster ajakan kepada warga menjadi pengawas pemilu,” ungkap Fifin kepada Wartawan, Senin (13/11).

.
Menurut Fifin, pemuda, mahasiswa dan pelajar sangat penting untuk memahami dan terlibat dalam proses pengawasan partisipatif. Mengingat mereka merupakan pemilik masa depan Indonesia. Dengan adanya kiprah generasi milenial untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu, Fifin meyakini pelanggaran Pemilu dapat ditekan. “Paling tidak mereka berani menjadi pelapor pelanggaran sekaligus berani menolak aksi money politik. Edepan, Kami berharap masyarakat akan banyak terlibat sebagai pengawas pemilu,” pungkasnya. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here