Capaian PIN Polio Di Wonosobo Tembus 100% Lebih

WONOSOBOZONE – Capaian cakupan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 di Kabupaten Wonosobo, berhasil menembus angka 104,14 %. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, dalam rapat evaluasi pelaksanaan PIN Polio tingkat Wonosobo, Kamis, 31 Maret di RM. Resto Ongklok.Menurutnya total jumlah anak yang mendapat layanan vaksin tOPV di Wonosobo sebanyak 66.121 anak. Angka ini melebihi sasaran yang ditetapkan Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kementerian Kesehatan RI, yang mematok angka sasaran sebanyak 63.495 anak Wonosobo.
Sedangkan menurut data sasaran yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, sebanyak 66.586 anak, capaian ini belum memenuhi target 100 persen. Capain PIN tersebut baru mencapai angka 99,30%.Dari sasaran 66.121 anak, yang tidak terlayani  sebanyak 495 anak, dengan alasan sakit sebanyak 100 anak, pergi ke luar Wonosobo sebanyak 269 anak dan menolak untuk diimunisasi sebanyak 96 anak. Sementara jumlah anak dari luar Wonosobo yang berhasil dilayani sebanyak 1.471 anak. Anak-anak ini berasal dari orang tua yang datang mengunjungi Wonosobo atau kerabat dari luar Wonosobo yang mengunjungi saudaranya di Wonosobo.
Jaelan menambahkan, alasan mereka yang menolak sebagian besar karena masih menganggap bahan yang digunakan untuk vaksin berasal dari bahan tidak halal. Padahal sudah ditekankan oleh semua pihak, baik dari MUI maupun seluruh elemen terkait yang ikut terlibat, seperti dari KORAMIL, POLSEK, Tim Penggerak PKK dan Dinas Kesehatan sendiri, vaksin yang digunakan diproduksi dari dalam negeri.
Indonesia saat ini merupakan satu dari 3 negara yang sukses menghasilkan vaksin sendiri, selain India dan Swedia, dan dipastikan halal, karena tidak menggunakan lemak babi atau bahan-bahan lain yang diragukan kehalalannya. Dan vaksin yang diproduksi Indonesia sudah digunakan sebagai imunisasi oleh seluruh Negara anggota OKI, sehingga dijamin kehalalannya.Sebaran mereka yang menolak adalah 10 anak dari Kecamatan Kepil, 2 dari Kecamatan Kalibawang, 1 dari Kecamatan Kaliwiro, 11 dari Kecamatan Leksono, 12 dari Kecamatan Selomerto, 11 dari Kecamatan Kertek, 18 dari Kecamatan Wonosobo, 1 dari Kecamatan Watumalang, 5 dari Kecamatan Mojotengah, 1 dari Kecamatan Garung dan 24 dari Kecamatan Kejajar.
Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Sri Purwaningsih, di hadapan puluhan Camat dan tenaga kesehatan se-Kabupaten Wonosobo, menambahkan, meski belum seratus persen dari sasaran yang ditetapkan Dinas Kesehatan Wonosobo terpenuhi, namun secara umum Pekan Imunisasi Nasional Polio di Wonosobo, yang melibatkan 5.244 kader, 493 tenaga kesehatan dan 1.084 pos PIN dengan dibantu dari pihak TNI, Kepolisian dan Tim Penggerak PKK, berjalan dengan baik, sehingga diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran penyakit polio serta tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020.
Selanjutnya mulai tanggal 4 April 2016, akan dilakukan penggantian vaksin polio tOPV ke bOPV, sehingga diharapkan akan lebih memastikan tingkat imunitas terhadap polio di populasi (herd immunity) yang cukup tinggi, dengan cakupan lebih dari 95%. Serta memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0 sampai 59 bulan, terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here