Capaian Akta Lahir Tak Sesuai Target Nasional, Wonosobo Belum Wajib KIA

WONOSOBOZONE – Program Nasional Kartu Induk Anak (KIA), hingga akhir tahun ini ternyata belum menyentuh Kabupaten Wonosobo. Hal itu, menurut Kepala Seksi Tata Usaha, Siswanto disebabkan, salah satunya karena Wonosobo masih belum mampu memenuhi target Nasional Capaian Akta Kelahiran. “Secara prosentase, pihak pemerintah mematok angka 77,5% untuk capaian akta kelahiran, sementara di Wonosobo belum sampai di angka tersebut,” terang Siswanto, Jumat (23/12). Sejumlah warga yang datang ke Kantor Admindukcapil untuk menanyakan perihal KIA pun, menurutnya sudah diberikan penjelasan, dan mereka mengerti. Program KIA, dikatakan Sis bakal menjadi kewajiban, kemungkinan pada 2017 mendatang secara lebih menyeluruh.
Kebanyakan warga masyarakat yang datang ke Kantor Admindukcapil, menurut Siswanto menanyakan KIA, mengingat kartu tersebut kelak juga akan menjadi salah satu syarat untuk mengurus Jaminan Kesehatan Anak. “Kegunaan KIA ini sebenarnya cukup banyak, antara lain adalah untuk bukti diri anak, syarat mendaftarkan sekolah, sampai pada proses identifikasi jenazah ketika menjadi korban kecelakaan atau kejahatan, dan klaim santunan kematian,” terangnya. Selain itu, KIA disebut Sis juga akan digunakan untuk pembuatan dokumen keimigrasian seperti penerbitan paspor anak. Pihak Kantor Admindukcapil, diakui Siswanto sudah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat, agar untuk 2017 siap dengan penerbitan KIA. “Usulan awal adalah untuk bisa mendapatkan mesin cetak KIA, karena memang itu berbeda dengan mesin cetak KTP Elektronik,” tandasnya.
Masih belum tercapainya angka minimal akta kelahiran di Kabupaten Wonosobo, diakui Kepala Seksi Pengelolaan Data dan Informasi, Dudi Wardoyo. Dikatakan Dudi, sampai di Akhir bulan November, jumlah pemilikan akta kelahiran kategori usia 0-18 Tahun baru mencapai 225.315 orang. Jumlah itu, menurut Dudi baru sekitar 55%, masih jauh dari target Nasional. “Target Nasional dari waktu ke waktu akan terus naik, karena di Tahun 2019, angka capaian akta kelahiran ditarget bisa menembus 85%,” jelas Dudi. Hal itu, menurutnya menjadi tantangan Pemkab Wonosobo ke depan, karena tuntutan terkait tertib administrasi Kependudukan secara Nasional memang kian tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here