Calon Haji Wonosobo Kloter 33 Telah Diberangkatkan

WONOSOBOZONE – Rombongan Calhaj Wonosobo Kloter 33, Selasa dinihari (1/9) diberangkatkan ke asrama haji Donohudan, Boyolali. 172 jamaah di kloter tersebut, dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama Wonosobo, Muhtadin, akan bergabung dengan 183 calhaj dari Kabupaten Temanggung, dan diterbangkan ke tanah suci pada Rabu pagi (2/9).
“355 jamaah di Kloter 33 dijadwalkan terbang pada pukul 08.05 WIB dan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WIB”, lapor Muhtadin kepada Bupati, Wakil Bupati dan Sekda  yang tampak hadir dalam acara pemberangkatan Calhaj di Pendopo Kabupaten.
Muhtadin juga menyempaikan, Calon Haji Kloter 33, akan mendapat pendampingan dari 5 petugas kloter, 3 di antaranya petugas kesehatan. Para jamaah, disebut Muhtadin telah diberikan pembekalan khusus terkait hal tersebut, sehingga nantinya mereka tidak perlu ragu dan sungkan untuk bertanya mengenai apa saja yang diperlukan kepada para petugas pendamping.
Terkait kesiapan jamaah selama berada di tanah suci, mantan Ketua MUI Jateng, KH Habibullah Idris menghimbau agar para Calhaj dari Wonosobo benar-benar menyiapkan fisik dan mental secara serius sebab cuaca di Arab Saudi berada pada suhu-suhu yang ekstrem 47 derajat celcius sehingga bagi Jamaah Wonosobo yang terbiasa dalam cuaca sejuk, ini bisa sangat berpengaruh, sehingga Jamaah harus mematuhi prosedur menjaga kesehatan diri, agar dapat optimal menjalankan semua rukun yang wajib dipenuhi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dr Okie Hapsoro MKes mengatakan bahwa Calhaj Wonosobo telah disiapkan untuk berhadapan dengan cuaca ekstrem melalui puskesmas di masing-masing wilayah dan para petugas kesehatan haji, telah membekali Calhaj dengan pengetahuan yang cukup. Tim kesehatan juga telah melakukan sosialisasi terkait anomali cuaca di Arab Saudi, sehingga para calhaj diyakini akan lebih siap. Hal itu, diungkapkan Okie telah termasuk pula dalam pembekalan untuk kewaspadaan terhadap ancaman virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Virus yang menyerang saluran pernafasan tersebut, menurut Okie wajib untuk diantisipasi, karenanya, setiap jamaah telah divaksin khusus, seiring dengan disuntikkannya vaksin meningitis.
“Kami juga telah menghimbau jamaah agar lebih menghindari kontak langsung dengan tempat-tempat beresiko tinggi, seperti tempat penyembelihan hewan kurban, maupun peternakan unta, demi menekan faktor resiko bagi para tamu Allah”, urai Okie
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here