Buruh Migran Tanyakan Komitmen Paslon Terhadap Nasib TKI Wonosobo

WONOSOBOZONE – Komitmen pasangan calon Bupati – Wakil Bupati terhadap nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Wonosobo menjadi perhatian serius bagi para buruh migran. Difasilitasi lembaga Survey Analyst and Research Indonesia (SARI) Solo dan Maju Perempuan Indonesia untuk Perubahan (MAMPU), puluhan buruh migran dari berbagai wilayah se-Kabupaten Wonosobo bertatap muka dengan para calon Bupati-Wakil Bupati di Hotel Kresna, Kamis (19/11). Pertemuan bertajuk Dialog Publik Menakar Komitmen Calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo 2016-2021 dalam Perlindungan Buruh Migran Indonesia di Kabupaten Wonosobo tersebut mengakomodasi berbagai keluhan TKI, terutama terkait sejauh mana nantinya Pemda akan memberikan perhatian terhadap nasib mereka. 
Mulyadi, koordinator SARI Solo menguyngkap, bahwa keberpihakan pemerintah terhadap nasib buruh migrant memang selayaknya ditingkatkan. Karena itulah, pihaknya berusaha, agar sebelum memimpin Wonosobo untuk periode lima tahun kedepan, para Cabup maupun Cawabup telah memiliki komitmen pada buruh migran. “Melalui forum dialog inilah, kami mengalokasikan kesempatan bagi buruh maupun Cabup-Cawabup untuk mengemukakan pandangan mereka,” terang Mulyadi. Bagi buruh, Mulyadi menyebut bahwa forum dialog itu bisa dipergunakan untuk mengeluarkan uneg-uneg mengenai berbagai persoalan yang masih sering menimpa tenaga kerja, baik sebelum bekerja di luar negeri, maupun ketika mereka telah mengadu nasib di perantauan. “Peserta dialog yang kami undang merupakan mantan atau tenaga kerja asal Wonosobo yang telah berpengalaman menghadapi persoalan-persoalan yang biasa menimpa ketika mereka berusaha mengais rejeki di Negeri orang,” urai Mulyadi. 
Bagi para Cabup dan Cawabup sendiri, kesempatan bertatap muka dengan kalangan buruh migran juga menjadi media strategis untuk mengurai program-program terkait perlindungan TKI. Tiga Calon yang hadir, yaitu Syarif Abdillah, Agus Subagyo, dan Mohamad Suhardi secara kompak mengakui, bahwa keberadaan TKI sebenarnya sangat strategis, mengingat mereka juga memberikan devisa cukup besar bagi Negara. “Wonosobo merupakan daerah yang selama ini rutin mengirim tenaga kerja ke luar negeri dalam jumlah cukup besar, bahkan kemungkinan paling besar di lingkup Jawa Tengah,” ungkap Syarif Abdillah. Bahkan menurutnya, jumlah uang yang dikirim TKI ke Wonosobo bisa dinilai sangat besar, karena sebulan mencapai puluhan Milyar rupiah. “Perhatian terhadap TKI jelas akan menjadi salah satu kebijakan kami bila kelak terpilih sebagai Bupati Wonosobo,” jelas Syarif. 
Hampir senada, Calon Wakil Bupati nomor urut 3, Agus Subagyo pun mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten sudah sewajibnya memperhatikan nasib buruh migran. Kepada para peserta, Agus mengungkapkan keinginan untuk bisa memperbaiki kondisi para pekerja melalui sistem yang lebih teratur. “Buruh migran perlu perlindungan, tak hanya sewaktu mereka sudah di luar Negeri, melainkan sebelum mereka berangkat, maupun ketika pulang lagi ke tanah air,” beber Agus. Sementara, Cabup nomor urut 4, Mohamad Suhardi mengakui, bahwa perhatian terhadap TKI akan lebih difokuskan pada upaya pemberdayaan dan pembukaan lapangan kerja. “Salah satu upaya kami apabila kelak diberikan kepercayaan untuk memimpin Wonosobo adalah membangun dan meningkatkan kualitas pasar tradisional agar bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk berusaha,” tegas Hardi.
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here