Bupati Wonosobo Akan Dipanggil AirNav Indonesia Terkait Maraknya Penerbangan Balon Udara

WONOSOBOZONE – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau lebih dikenal sebagai AirNav Indonesia Distric Yogyakarta menerima laporan dari sejumlah pilot maskapai penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto terkait banyaknya balon udara yang diterbangkan masyarakat.
Seperti dikutip dari krjogja.com Komplain tersebut diteruskan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) DIY yang akan ditindaklanjuti dengan sidak dan sosialisasi terkait bahaya menerbangkan balon udara disaat lalu lintas udara sedang tinggi yang berakibat mengganggu keselamatan penerbangan.
“Kami akan gencar melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Senin (11/7/2016) ini, saya akan bertemu dengan Bupati Wonosobo terkait kegiatan penerbangan balon udara,” ujar Distric Manager AirNav Yogyakarta, Nono Suharyadi kepada KRjogja.com, Minggu (10/7/2016) malam.
Nono mengatakan balon udara yang bertebangan di angkasa tidak dapat dikontrol dan diketahui dari mana asal diterbangkannya. Kecuali daerah tersebut tengah mengadakan acara yang terorganisir seperti festival balon. Dari hasil pantauan tahun 2015 lalu paling banyak balon udara diterbangkan di daerah Wonosobo. Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi di Pemkab Wonosobo terkait balon udara.  
“Festival yang teroganisir yang menerbangkan balon udara tahun ini sudah tidak ada lagi. Tetapi ternyata setelah kita pantau dan turunkan petugas justru masyarakat atau personal yang menerbangkan balon udara,” tandas Nono.
Pihak AirNav Indonesia terus berupaya melakukan sosialisasi terkait bahayanya menerbangkan balon udara bagi dunia penerbangan di tanah air. Balon udara yang diterbangkan masyarakat tersebut dinyatakan sangat berbahaya bagi keselamatan dunia penerbangan. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat bisa memahami hal tersebut dan tidak melakukan penerbangan udara.
“Bayangkan kalau balon udara nabrak itu masuk sampai mesinnya pesawat lalu mati seperti apa? Jangan sampai kejadian ini terjadi diketinggian lebih dari 30.000 kaki dan membahayakan keselamatan penerbangan,” imbuh Nono.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Sigit Haryanta mengakui pihaknya mendapatkan laporan dari AirNav di wilayah DIY dan sekitarnya banyak orang yang menerbangkan balon udara. Penerbangan balon udara itu mengganggu keselamatan penerbangan.
Beberapa pilot maskapai komplain untuk disosialisasikan kembali terkait bahaya menerbangkan balon udara. Dishub DIY sudah mengirim surat kepada bupati dan walikota di DIY agar tidak menerbangkan balon udara. Namun beberapa hari ini ditemukan balon udara di wilayah Yogyakarta utara dan Wonosobo.(R-4)
Source: krjogja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here