Bupati-Wagup Tak Anti Kritik, Anggap Pers Bagian Dari Proses Pembangunan

WONOSOBOZONE – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo, Eko Purnomo dan Agus Subagiyo memandang pers sebagai bagian penting dari proses pembangunan daerah. Secara tegas, Wabup bahkan menyebut pers sebagai satu di antara lima pilar utama demi mewujudkan Kabupaten Wonosobo yang lebih makmur, lebih maju, dan lebih sejahtera. “Pers menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya kami membangun daerah, setidaknya untuk masa 5 tahun ke depan,” tegas Wakil Bupati di depan puluhan jurnalis yang hadir dalam acara pers gathering di rumah dinas Bupati, Rabu malam (11/5).
Pernyataan Wabup tersebut melengkapi apa yang disampaikan Bupati, yang sebelumnya mengakui bahwa keberadaan insan pers dan media lebih dari sekedar mitra kerja. “Kami melihat rekan-rekan jurnalis ini memiliki kekuatan untuk berperan sebagai kontrol terhadap kinerja pemerintahan,” tutur Bupati.
Mengingat pentingnya peran media itulah, Eko mengatakan pihaknya terbuka dan senantiasa siap  menerima saran, pertimbangan maupun masukan dari para jurnalis, khususnya yang setiap harinya melakukan peliputan di Wonosobo. “Kami juga menerima, apabila sekiranya ada yang memang perlu dikritik, silahkan ditulis atau disampaikan langsung tidak apa-apa asal sesuai fakta dan kenyataan,” tandas Bupati.
Terbukanya Bupati dan Wabup terhadap pers sekaligus menjawab harapan para jurnalis. Sebelumnya, dalam sesi dialog para jurnalis, baik dari media cetak maupun eletronik sampai beberapa media online yang hadir memang mengungkap berbagai kendala komunikasi dengan Bupati maupun Wakil Bupati.
Salah satu yang merasakan belum tampaknya perhatian Pemda terhadap jurnalis diungkap oleh Bambang Hengky. Wartawan senior dari Grup MNC Media tersebut berharap, dari adanya pers gathering Pemda akan memberikan atensi lebih besar pada para jurnalis. “Perhatian terhadap media bisa dalam bentuk ketika kami hadir melakukan peliputan di sebuah acara, diberikan akses untuk wawancara dengan narasumber, atau diberikan keleluasaan untuk eksplorasi sumber berita,” ungkap pria yang akrab disapa Baheng itu.
Senada, Budi Haryanto jurnalis televisi dari Indosiar juga berharap perhatian Pemkab, dalam bentuk fasilitasi media center yang representatif. “Pers room yang ada sekarang ini kurang memadai, karena tidak ada koneksi internet,” keluhnya.
Terkait perhatian dan fasilitasi untuk para jurnalis, Kepala Bagian Komunikasi dan Telematika Setda, Margiono mengaku akan berupaya untuk bisa mengakomodasi. “Arahan dari Bupati dan Wakil Bupati untuk memberikan dukungan kepada insan pers sebenarnya sudah berjalan, hanya memang untuk beberapa hal dirasa masih kurang dan akan kami upayakan untuk bisa dipenuhi,” kata Margiono.
Melalui pers gathering pertama antara Bupati-Wabup dengan para jurnalis ini, Margiono mengaku pihaknya memang berupaya menjembatani komunikasi, termasuk terkait apa saja yang menjadi kebutuhan para wartawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here