Bupati Terbitkan SE Kegiatan Keagamaan Di Rumah Ibadah

WONOSOBOZONE.COM – Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali menerbitkan Surat Edaran Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah ibadah secara aman di tengah masa Pandemi COVID 19.

Surat edaran yang diterbitkan Bupati Wonosobo Eko Purnomo bernomor 360/117/2020, tertanggal 11 Juni 2020 tersebut mengatur perihal kegiatan kegiatan keagamaan di rumah ibadah yang ada di setiap Desa/Kelurahan agar mengacu pada peta resiko penularan COVID19, sebagaimana dimutakhirkan setiap saat di laman resmi pemerintah Kabupaten, yaitu corona.wonosobokab.go.id.

Melalui surat edaran tersebut Bupati mengimbau agar rumah ibadah yang masih berada di daerah zona merah, alias masih ditemukan kasus Positif COVID19 agar tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Sementara, untuk rumah ibadah yang berada di zona kuning, atau masih terdapat kasus ODP maupun PDP dan zona hijau, yang artinya sudah tidak terdapat kasus positif, PDP maupun ODP, pihak pengelola rumah ibadah diwajibkan untuk mengajukan izin dari Camat setempat, selaku Ketua Satgas Penanganan COVID19 di wilayah.

Secara tegas, Bupati menyebut bahwa suatu wilayah dapat dikategorikan tidak memiliki indikasi penularan setempat, apabila selama dua kali masa inkubasi atau 28 hari tidak ada kasus konfirmasi Positif COVID 19.

Di dalam SE tersebut, diatur pula tata cara pengajuan izin kegiatan keagamaan di rumah ibadah, yang diawali dengan permohonan tertulis kepada Lurah atau Kades setempat agar melakukan verifikasi terkait kesiapan tempat ibadah. Proses verifikasi tersebut paling lama adalah 7 hari, hingga kemudian keluar hasil verifikasi apakah dinyatakan boleh menggelar kegiatan keagamaan atau sebaliknya, dengan diketahui pula oleh KUA dan Puskesmas sebagai anggota Satgas Kecamatan.

Apabila dinyatakan boleh melaksanakan kegiatan keagamaan, maka akan dibuat Berita Acara hasil verifikasi, sebagai lampiran pengajuan izin tertulis kepada Camat setempat.

BACA JUGA:  Ribuan Orang Hadiri Harlah IPHI Ke-28

Camat selaku Ketua Satgas Kecamatan akan menerbitkan surat izin penyelenggaraan kegiatan keagamaan apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, serta pihak penanggung jawab rumah ibadah telah menyatakan kesanggupan menaati dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID19 secara tertulis.

Bilamana terjadi perubahan status zona maupun terdapat pelanggaran atas protokol kesehatan, Camat selaku ketua Satgas diberikan kewenangan untuk mencabut kembali izin tersebut serta menyatakan tidak berlaku. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.