Bupati Jadi Responden Perdana Sensus Ekonomi di Wonosobo

WONOSOBOZONE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten
Wonosobo mengawali proses sensus ekonomi tahun ini dengan mengambil responden
perdana Ketua DPRD dan Bupati Wonosobo, sebagai tanda dimulainya agenda setiap
10 tahun sekali ini, Senin, 2 Mei sore.
Menurut Kepala
Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo, Herawati
Kusumaningsih, tahun 2016 ini merupakan sensus keenam dari sebelumnya sudah dilaksanakan pada tahun 1976, 1986, 1996, dan terakhir tahun 2006.
Sensus akan dilaksanakan di seluruh wilayah NKRI dan mencakup semua
aktivitas ekonomi, kecuali sektor pertanian, dan skala ekonomi usaha, baik
mikro maupun makro.
Untuk mensukseskan kegiatan ini Badan Pusat Statistik
(BPS) telah menggelar sosialisasi, dengan melibatkan pemerintah daerah dan para
pengusaha, di aula BAPPEDA Kabupaten Wonosobo, beberapa waktu yang lalu, dan
rencananya kegiatan Sensus Ekonomi  ini
akan dilakukan
selama satu bulan, mulai 1 sampai 31 Mei.
Adapun tujuan
umum sensus ekonomi 2016 adalah mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh
kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian, sebagai landasan bagi penyusunan
kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan. Sedangkan tujuan
khusus sensus adalah untuk memberikan gambarkan lengkap tentang level dan
struktur ekonomi, memperoleh informasi dasar yang mencakup semua sektor ekonomi
mengetahui karakter usaha di Indonesia dan mengetahui daya saing bisnis di
Indonesia.
Alasan Sensus Ekonomi
harus dilakukan, menurutnya, karena dalam setiap keputusan harus diambil berdasarkan
informasi yang valid dan akurat. Sensus Ekonomi
dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa,
sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional
maupun regional.
Pendataan seluruh sektor usaha secara
menyeluruh, diharapkan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang
level dan struktur ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan
karakteristiknya. Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis di
Indonesia, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.
Menurut keterangan Ketua Bidang Administrasi
Sudarmanto, BPS Wonosobo menerjunkan Tim SE sebanyak 739 orang anggota yang
disebar di semua wilayah tugas masing-masing di semua Kecamatan dan Desa, yang
sebelumnya telah melalui proses perekrutan beberapa tahap, diantaranya tahap
seleksi minimal SLTA, tulisan baik dan bisa dibaca, mampu
berkomunikasi dengan baik, mampu memahami teknik wawancara survei yang sederhana. Tahap
berikutnya, bagi yang lulus seleksi dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok
Petugas Pengawas Lapangan (PML) yang dilatih selama 5
hari, dan Kelompok Petugas Pencacah Lapangan (PCL) yang dilatih 4 hari pada akhir
Maret sampai pertengahan April yang dibagi dalam 4 gelombang.

Sementara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, saat sensus di rumah dinas
pesanggrahan, sangat berharap, agar sensus di Wonosobo berjalan sukses, dan
setiap responden, bisa memberikan data yang valid dan akurat. Sebab hal ini
akan ikut menentukan keberhasilan pembangunan di Wonosobo. Data yang valid dan
akurat, akan menjadikan informasi yang dikumpulkan menjadi rujukan bagi setiap
pengambilan kebijakan, termasuk penetapan prioritas pembangunan daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here