Bunda PAUD Diminta SeriusTanamkan Pendidikan Karakter

Bunda PAUD se-Kecamatan Sapuran diharapkan mendorong penguatan pendidikan karakter anak usia din
WONOSOBOZONE – 17 Bunda PAUD baru dari 16 Desa dan 1 Kelurahan se-Kecamatan Sapuran dikukuhkan, baru-baru ini. Di pundak para bunda PAUD tersebut, upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah Sapuran disematkan. Melalui mereka pula, masa depan lembaga-lembaga PAUD di Sapuran bakal dipertaruhkan. Semakin amanah dan bertanggungjawabnya seorang bunda PAUD, maka masa depan sekolah anak-anak usia dini tentu akan semakin baik. Setidaknya, sebagaimana pesan dari Bunda PAUD Kecamatan Sapuran, Nur Cahyani Najib, seorang bunda PAUD di desa /Kelurahan harus memiliki semangat dan kemauan kuat untuk memajukan lembaga-lembaga pendidikan usia dini di desa masing-masing.

Nur Cahyani yang dilantik sebagai Bunda PAUD Kecamatan Sapuran pada media April 2016 lalu mengakui tugas yang mesti diemban tidak mudah. Namun dengan memiliki modal semangat dan kemauan yang kuat, beragam kendala yang menghadang akan lebih mudah dilalui. “Pengukuhan bunda PAUD se-Kecamatan Sapuran ini sebagai tindak lanjut dari pengukuhan kami oleh Bunda PAUD Kabupaten,” terang Nur. Kepada para penanggung jawab lembaga PAUD di desa-desa, Nur meminta agar mereka bersedia amanah dalam menjalani tugas pokok dan fungsinya sebaik-baiknya. “Harus lebih bisa mengayomi dan melindungi, serta menunjukkan kontribusi positif bagi PAUD di wilayah biasanya,” kata istri Camat Sapuran, M Najib itu tegas.

Imbauan yang sama, yaitu agar para bunda PAUD di desa-desa lebih giat menyukseskan program kerja juga disampaikan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Wonosobo, Wati Eko Sutrisno. Menurut Wati, dalam menyikapi perkembangan zaman, dimana kini anak-anak semakin banyak menjadi korban kejahatan, diperlukan upaya serius dari para pengelola PAUD. Lembaga PAUD sebagai titik Tolak pendidikan anak, diharapkan Wati mampu memanamkan karakter kuat, agar anak tak mudah menerima bujuk ragu orang-orang asing di sekitar mereka. Bunda PAUD, menurut Wati juga harus pantang menyerah dalam membina dan mengajak, agar lembaga pendidikan usia dini di desa mereka melaksanakan pendidikan holistik integratif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here