Bulog Siap Serap Gabah Petani

WONOSOBOZONE – Menghadapi musim panen raya pemerintah memerintahkan Bulog untuk menyerap
beras dari petani guna menjaga stabilitas  ketahanan pangan.  Dalam
upaya tersebut Bulog melibatkan instansi lain seperti TNI, Dinas
Pertanian.  Agar pelaksanaan tersebut berhasil sesuai dengan rencana
maka dilaksanakan rapat koordinasi sosialisasi Serap Gabah Petani (SERGAP)
sebagai langkah pengawalan pendampingan Upsus Pajale yang dilaksanakan di
Gedung Pertemuan Penyuluhan Pertanian  yang dihadiri Komandan Kodim,
Kepala Dinas Pertanian, Bulog dan PPL Sekabupaten Wonosobo (19/3) .
Rapat koordinasi ini merupakan rapat
pertama dengan agenda menyampaikan permasalahan – permasalahan yang dihadapi
tiap instansi dalam rangka menyukseskan program swasembada pangan untuk
dijadikan bahan pada rapat kedua sehingga bisa menghasilkan sebuah keputusan
yang tepat untuk diterapkan dilapangan.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi
Hariyono menyampaikan beberapa permasalahan yang ada dilapangan  berkaitan
dengan program swasembada pangan  antara lain harga gabah lebih
tinggi di tengkulak daripada Bulog, Irigasi yang tidak lancar baik sebab alam
maupun kesalahan manusia. Mengantisipasi proses yang digunakan Jarwo belum
sepenuhnya bisa dilaksanakan. Harga beras impor lebih murah dari petani. Untuk
itu permasalahan tersebut  harus diselesaikan bersama –sama agar
lebih sukses kedepan.
Sedangkan  Ir.H.Abdul Munir dari
dinas pertanian menyampaikan permasalahan seperti tenaga kerja muda tidak mau
menggeluti profesi sebagai petani. Pada tahun 2015 benih bersubsidi tidak tepat
waktu sampai ke petani. Tengkulak membeli hasil panen lebih tinggi dari
Bulog.  Tehnologi Jajar legowo belum sepenuhnya dilaksanakan oleh
petani baru 55% walau sudah ada pendampingan.  
Sub DIVRE Kedu M Imron Rosadi SE,
menyampaikan Bulog sudah menjadi  Perum dibawah menteri BUMN, Dalam
pelaksanaan tugas kerja sama dengan menteri pertanian. Masalah pemasaran
dibawah menteri perdagangan.  Pembinaan bekerja sama dengan menteri
sosial.   Tugas bulog sebagai lembaga stabilisator harga.  Sebagai
pusat cadangan pangan. Pembelian hasil panen bisa dari petani langsung, poktan
dan satker/satgas.

Penyimapanan hasil panen di bulog minimal
3 bulan tidak langsung didistribusikan serta kadar airnya harus 14%.  Stok
beras bulog Sawangan minimal 12 ton.  Bulog sudah bekerja sama dengan
gapoktan dan poktan biar tidak ketinggalan informasi tentang harga dan lainnya.
Bulog juga masih keterbatasan mesin pengering dan mitra kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here