Bukber dan Santunan Anak Yatim Rumah Empati, Buat Mereka Tersenyum

WONOSOBOZONE – Sebagai puncak kegiatan road to ramadhan 1437 H, Komunitas Rumah Empati Wonosobo menggelar buka puasa bersama dan santunan bagi anak yatim, di Resto Ongklok, Minggu, 26 Juni 2016. Kegiatan ini suah dua kali dilaksanakan setelah tahun lalu juga dilangsungkan di tempat yang sama.
Sebanyak 20 anak yatim dari beberapa desa di wonosobo tampak gembira mengkuti acara itu. Sebagian besar dari mereka mengatakan baru sekali ini mengikuti kegiatan seperti itu. Selain diikuti oleh anak yatim, buka puasa bersama tersebut juga menghadirkan perwakilan dari beberapa komunitas yang ada di Wonosobo.
Ketua Rumah Empati, Ida Agus Hidayat mengatakan, bukber tersebut menjadi acara rutin yang digelar Rumah Empati setiap bulan ramadhan. Sedangkan anak anak yatim  yang didatangkan mayoritas berasal dari desa desa yang ada di wilayah wonosobo.
“ Kami memang sengaja tidak mengambil anak yatim dari panti asuhan, karena biasanya mereka sudah banyak yang memperhatikan di bulan ramadhan ini. Tapi bagi anak yatim yang di desa, ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan. Dan tahun ini kita mengambil thema Buat mereka tersenyum,” ujar Ida Agus lagi.
Beberapa desa yang menjadi sasaran diantaranya dari Tambi Kejajar, Sojokerto Leksono, Selokromo, Pagerejo Kertek, Kalibeber dan Menjer. Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah anak yatim yang disantuni memang  mengalami penurunan dari segi jumlah.  Namun Agus menambahkan bukan pada jumlah tetapi lebih pada empati dan perhatian terhadap anak yatim. Selain pemberian santunan, acara buka bersama juga diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Eva Cahyani Lintang, seorang pendakwah dari daerah Garung.
Temu komunitas
Lebih lanjut dikatakan oleh Ida Agus, bahwa kegiatan ini juga mengundang berbagai komunitas yang ada di wonosobo, diantaranya Hijabber Community wonosobo, Bulan Sabit Merah , komunitas JJS, KWA, Wonosobo Mengajar dan lain lain.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan sinergitas antar komunitas yang ada di Wonosobo. “ Dengan saling mengenal antar komunitas, tentunya memberikan keuntungan tersendiri karena akan tercipta jejaring antar komunitas yang pada akhirnya bisa memberikan warna tersendiri di Wonosobo. Baju boleh beda, komunitas boleh beda, namun semangat silaturahmi itu jauh lebih penting daripada ego masing masing komunitas,” ujar Ida Agus.
Pendapat senada dikatakan oleh Fredy, anggota komunitas JJS yang mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Rumah Empati. Kedepan diharapkan semakin banyak pertemuan lintas komunitas tanpa melihat asal organisasi.
Kiriman :
Ida Agus Hidayat
Ketua Rumah Empati Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here