BIAYA HIDUP MENINGKAT ATASI DENGAN WIRAUSAHA

WONOSOBOZONE – Sempitnya lapangan pekerjaan bagiAngkatan kerja baru dan Korban PHK yang semakin banyak , apabila tidak tersalurkanuntuk mendapatkan penghasilan, maka akan menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.
Untuk mengatasinya Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 0707/Wonosobo menggandeng Dinperdagkop UMKM untuk memberikan materi tentang Ke-Wirausaha-an, Selasa(24/1) bertempat di Aula Kodim 0707/Wonosobo. Dengan narasumber Dra. Siti Nurmar Aisiyah M.M( Kepala bidang UMKM) dan Ir.Gatot Farhad ( Kasi kop UMKM).
Langkah yang diambil oleh Ketua Persit Cabang XXVII/ Kodim 0707/Wonosobo Ny. Ema Dwi Hariyono bukan tidak beralasan. Melihat semakin meningkatnya kebutuhan rumah tangga, terkait dengan pemenuhan biaya hidup. Haruslah diadakan terobosan,langkah jitu yang dapat kita lakukan adalah menciptakan lapangan kerja sendiri, lebih meningkatnya mempekerjakan orang lain dengan berwirausaha, kata Ny Ema.
Pelatihan tentang Ke-wirausaha-an atau lebih keren disebut “Enterpreuneurship” ini, diharapkan akan membuka cakrawala baru kepada ibu-ibu Persit tentang gambaran cara mengubah diri dari ibu rumah tangga menjadiseorang wirausaha. Jadi tidak bergantung kepada penghasilan suami semata. Untuk itu Ny. Ema berharap perhatikan betul apa yang disampaikan oleh pemberi materi, jika ada hal yang kurang paham supaya ditanyakan langsung agar ada solusi ke depannya.
Disampaikan oleh Dra. Siti Nurmar Aisiyah M.M, untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin meningkat. Sekalipun suami mempunyai penghasilan tetap, sebagai seorang ibu harus bisa mencari peluang bagaimana caranya mencari tambahan penghasilan. Karena grafik kebutuhan yang berhubungan dengan finansial, semakin lama bukan semakin ringan akan tetapi selalu naik. Bermula sekedar menyalurkan hobby untuk mengisi waktu luang, dengan memanfaatkan limbah industri sebagai bahannya. Seperti pembuatan tas dari plastik bungkus sabun, atau jenis makanan. Akan sangat mempunyai nilai ekonomi, dan hasilnyapun tidak kalah dengan yang pabrikan. Hanya saja kendalanya dalam memasarkan hasil kerajinan kita. Misalkan ada aturan dari Bupati yang mengharuskan seorang PNS menggunakan tas daur ulang. Kemungkinan besar pengolahan limbah industri sebagai hasil kerajinan dan sovenir yang lain tidak akan bermasalah. Pemanfaatan limbah disamping bernilai ekonomi,  juga bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan hidup.Banyak faktor yang harus dipenuhi jika ingin berwira usaha, salah satunya adalah keinginan mendapat untung dari hasil kerja kita. Berani tanggung resiko, optimis, kreatif, adaptif, komunikatif dan managerial skill, merupakan sarat yang harus dijalankan. Gunakanlah ATM ( Amati, Tiru, Modifikasi ) dan MPC ( Mbuh Piye Carane ) ibu-ibu harus bisa merubah dari, bergantung pada suami untuk menjadi ibu rumah tangga yang mandiri. Acara di akhiri dengan sesion tanya jawab yang kesemuanya sudah bisa diatasi oleh narasumber. Narasumber berharap hubungan ini akan berlanjut, agar materi yang diberikan betul-betul bermanfaat. Komunikasikan ke saya jika ada permasalahan dilapangan, kami dari Dinas siap bantu Persit, pungkas Siti.
Pendim 0707/Wsb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here