Bertepatan Dengan Puncak Musim Liburan, Hotel Keluhkan Penutupan Jalan Dieng

Ilustrasi Web
WONOSOBOZONE.COM – Penutupan jalan Dieng akibat dibangunnya jembatan Tieng, Kejajar yang dikerjakan bertepatan dengan puncak musim libur akhir tahun dikeluhkan para pengelola hotel di Wonosobo. Penutupan selama sekitar 2 minggu tersebut, menurut Manajer Marketing Hotel Kresna, Marcel Aquarius Sonata, membuat puluhan tamu yang sedianya akan menginap akhirnya membatalkan kunjungan ke Wonosobo. “Akses ke Dieng yang tertutup sampai tanggal 26 Desember membuat banyak calon tamu yang akhirnya membatalkan reservasinya,” jelas Marcel ketika ditemui lobi Kresna Hotel bersama Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wonosobo, Senin (21/12). Hal itu menurut Marcel jelas merugikan pihaknya, karena meski ia telah menjelaskan bahwa ada jalur alternatif menuju Dieng, par wisatawan tidak bersedia menempuhnya. “Para wisatawan tetap memilih untuk mengunjungi Dieng via Jalur Utama Wonosobo,” lanjut Marcel.
Meski akhirnya bisa menerima kondisi tersebut, Marcel mempertanyakan kebiasaan pihak Bina Marga yang hampir setiap musim puncak liburan (Peak season) melakukan pekerjaan jalan di Dieng. “Kenapa tidak dikerjakan jauh hari sebelumnya, sehingga tidak harus mengganggu jadwal liburan para wisatawan,” tutur Marcel setengah bertanya. Keluhan yang sama, menurut Marcel juga diungkapkan para pengelola hotel lainnya, yang rata-rata tak bisa menolak pembatalan para calon tamu akibat tertutupnya akses ke objek Wisata Dieng.
Menanggapi keluhan Marcel tersebut, Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengaku belum bisa berkoordinasi dengan pihak Bina Marga Provinsi Jawa Tengah. “Penutupan Jalan utama Wonosobo-Dieng memang menjadi keniscayaan, mengingat kondisi jembatan bailey yang berada di Km 19 Desa Tieng sudah rawan dan apabila dipaksakan justru berpotensi membahayakan penggunanya,” jelas Agus. Kepada para pengelola biro wisata, Agus juga mengaku pihaknya telah berupaya memberikan alternatif objek wisata yang bisa dikunjungi sementara dataran Tinggi Dieng belum bisa diakses. “Beberapa lokasi wisata seperti Lobang Sewu di Erorejo Wadaslintang, Telaga Menjer di Garung, atau agrowisata Tambi Kejajar masih terbuka dan siap menerima kunjungan wisatawan. Agus sendiri tak menampik bahwa Dieng memang masih menjadi primadona destinasi Wisata, karena banyak biro perjalanan yang bertanya kapan jalan Dieng bisa dilalui kembali. “Kami berharap wisatawan bisa memahami dan bersabar terkait masih adanya pembangunan jembatan permanen di jalur utama menuju Dieng. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here