Bersama Dirut PDAM, Komisi B Sidak Sumber Mata Air Siton

WONOSOBOZONE – Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo, dipimpin Sekretaris Komisi B, Edi Supriyanto, SH, bersama Dirut PDAM Tirta Aji Wonosobo, Retnoningsih, Rabu (11/1), melakukan Sidak ke sumber mata air Siton yang ada di perbatasan Kecamatan Sapuran dan Kepil.
Menurut Edi, sidak didasarkan atas Surat Kepala Desa Tegalgot Kecamatan Kepil nomor : 500/172.2 tanggal 3 Desember 2016, perihal alih fungsi aliran sumber mata air Siton yang juga mengaliri Desa Tegalgot untuk kepentingan non pertanian.
Dirut PDAM Ibu Retnoningsih, menyampaikan bahwa Sumber Mata Air Siton merupakan kas milik Desa Surojoyo Kecamatan Sapuran, dengan debit air 65 sampai dengan 100 liter/ detik, diukur pada musim kemarau, merupkan sumber mata air alternatif terbaik berdasarkan kajian dan hitungan biaya modal, untuk mencukupi cakupan sambungan baru di wilayah Kecamatan Kalibawang. 
Pada tahun 1997, telah dilakukan MoU atau jual beli antara pihak PDAM dan Desa Surojoyo, yang mana dalam MoU tertuang antara lain pihak PDAM mengambil air maksimal 100 liter/detik dan pihak PDAM memberi kontribusi sebesar 200 juta untuk pembangunan jaringan irigasi di Desa Surojoyo.
Selain itu, MoU juga dilakukan untuk mencukupi target program PDAM yakni 100 persen teraliri ke masyarakat dan sesuai Instruksi Bupati, agar Kecamatan Kalibawang bisa teraliri sambungan PDAM, diantaranya ke Desa Dempel, Desa Karangsambung, dan Desa Pengarengan, dengan target 3.000 sambungan baru, dengan hitungan laba 6 sampai dengan 7 tahun kembali modal. 
Dari rencana PDAM tersebut, ditahun 2014, pada saat memulai pembangunan, ada beberapa orang yang merusak pipa jaringan, sehingga pembangunan dihentikan sampai dengan saat ini. Hal ini dimungkinakan karena ada beberapa desa terdampak, yakni desa Beran, Kapulogo dan Tegalgot, yang kemudian mengajukan surat keberatan, diantaranya dari Kepala Desa Tegalgot Kecamatan Kepil, yang mengakibatkan lahan pertanian nantinya akan berubah menjadi sawah tadah hujan sehingga produksi beras akan berkurang drastis, berkurangnya air untuk pertanian akan menjadikan lahan sawah akan beralih fungsikan menjadi tanaman keras dan dalam jangka panjang, stok padi atau beras di wilayah Kecamatan Kepil akan turun drastis, yang berakibat pada kebutuhan pangan akan beralih ke daerah lain.
Dari perwakilan Kecamatan Kepil dan Kecamatan Sapuran sendiri belum bisa memberi komentar apapun terkait permasalahan tersebut, serta akan melaporkan kepada atasan, dikarenakan perwakilan tersebut adalah personil baru pada SOTK kemarin. 
Berdasarkan pengamatan lapangan yang diwakili Bapak Edi Supriyanto, Miswanto dan Padang Sufyan , disekitar sumber mata air milik PDAM ada 4 sumber mata air dengan debit yang lebih besar dari pada milik PDAM, kalaupun digunakan untuk keperluan PDAM tidak banyak berpengaruh terhadap pemanfaatan sumber mata air oleh masyarakat terdampak.
Dalam pertemuan dan survey lapangan ini, Komisi B merekomendasikan kepada PDAM untuk melakukan kajian terdampak dari akademisi atau pihak berwenang berdasarkan data lapangan, serta sosialisasi terhadap masyarakat terdampak dan pendekatan atau mediasi di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Kepil dan Kecamatan Sapuran, dan apabila dibutuhkan, DPRD siap menjadi mediator.
Rombongan Komisi B yang ikut dalam sidak adalah Edi Supriyanto, SH, Miswanto, H. Sholeh, Ika Sulitya Putra, Amin Suwarno, Padang Sofyan dan Murkamtoro Prasetyo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here