Berlagak Jadi Calon Bupati Wonosobo, 35 Pelajar Adu Visi Dan Misi

Melihat Lomba Pidato Dan Kampanye di KPU Wonosobo
WONOSOBOZONE – IDemi meningkatkan kesadaran untuk menggunakan hak pilih di kalangan generasi muda, atau lebih dikenal dengan para pemilih pemula, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo menggelar lomba pidato dan kampanye, Kamis (15/12). Dalam lomba tersebut, tak kurang dari 35 peserta dari 35 SMA/MA/SMK se-Wonosobo diminta menyampaikan visi dan misi mereka, andai mereka berada pada posisi sebagai calon Kepala Daerah, atau Calon Wakil Rakyat, bahkan sampai menjadi Calon Presiden. Sebagian besar dari peserta memilih berperan sebagai Calon Bupati Wonosobo, dengan rencana kerja yang disusun dalam visi dan misi menarik, demi meraih simpati warga masyarakat selaku pemilih.
Tak sekedar tampil mengemukakan program-program saja, mereka juga membawa serta teman-teman sekolahnya untuk berperan sebagai pendukung, lengkap dengan yel-yel dukungan. Suasana di ruang serbaguna KPU pun menjadi seru sekali, karena banyak pendukung yang bahkan membawa perlengkapan musik, seperti drum sampai galon air isi ulang demi menyemangati rekannya yang tengah berada di podium.
Resi Mayasari, salah satu peserta lomba dari SMK Negeri 1 Sukoharjo menjadi yang tampak paling semangat menyampaikan visi dan misi nya apabila kelak ia terpilih sebagai Bupati Wonosobo. Pelajar putri yang tengah berada di bangku kelas XII Jurusan Akuntansi tersebut dengan penuh semangat, menjabarkan keinginannya untuk membawa warga masyarakat Wonosobo menjadi lebih cerdas, rasional, dan agamis. Menurut Resi, kondisi ideal masyarakat Wonosobo tersebut hanya akan bisa terwujud apabila sektor pendidikan benar-benar diperhatikan dengan lebih serius.
Hampir serupa, Ahmad Al Fadir dari MA Al Fatah yang juga berperan sebagai Cabup Wonosobo, menyebut pendidikan menjadi kunci bagi kemajuan daerah. “Saya tidak ingin banyak janji, tapi lebih ingin membuktikan diri apabila didukung menjadi Bupati untuk bekerja keras memajukan Wonosobo,” seru Ahmad. Menurutnya, calon Kepala Daerah yang terlalu banyak berjanji justru lebih sering tak sesuai ketika terpilih. Seorang Bupati, ditegaskan Ahmad juga perlu mengetahui secara mendalam terhadap potensi yang dimiliki daerah, baik dari sisi sumber daya manusia nya, maupun potensi sumber daya alamnya.
Lomba pidato dan kampanye tersebut, dijelaskan Komisioner KPU Divisi Hukum, Asma’ Khozin merupakan sarana efektif dan strategis untuk menyadarkan generasi muda pada dunia politik yang baik. Melalui media lomba, yang menempatkan mereka sebagai kandidat peserta Pilkada, secara tak langsung mereka akan mengajak warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
“Para pelajar ini sering sekali dinilai sebagai agent of change, atau agen perubahan, karena nya kita dari KPU memandang mereka perlu diberikan pemahaman dan kesadaran lebih terhadap hak dan kewajibannya dalam politik,” tutur Asma’. Dengan meningkatnya kesadaran generasi muda untuk menggunakan hak pilihnya, Asma’ meyakini pada Pemilukada terdekat, alias pada Pilgub Jateng 2018, dan Pemilihan Umum 2019 partisipasi warga masyarakat bakal meningkat signifikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here