Berkunjung Ke Pos Pengungsi Garung Lor, Wakil Bupati Bawa TV dan Tawarkan Bilik Cinta


WONOSOBOZONE – Suasana dapur umum di Pos Pengungsi
Garung Cangak, Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Selasa siang (27/1)
mendadak penuh tawa. Beberapa perempuan yang tengah sibuk menyiapkan
makan siang pun tampak tersipu-sipu memerah wajahnya. Usut punya usut,
keriangan suasana di dapur umum tersebut ternyata bersumber dari hadirnya Wakil
Bupati Wonosobo, Dra Hj Maya Rosida MM, yang datang menawarkan pembuatan bilik
cinta bagi para pengungsi. Sebuah tawaran yang tentu saja membuat puluhan kaum
ibu itu merona wajahnya. Meski terkesan setengah bercanda, Maya mengaku serius
dalam menawarkan bilik spesial tersebut, demi memenuhi salah satu unsur
kebutuhan primer bagi pasangan suami-istri itu.
Wakil Bupati yang hadir bersama Dandim
0707, Kabag Kesra, dan Kabag Humas Setda, serta Camat dan Muspika Sukoharjo
memang berniat memberikan suasana baru bagi 298 jiwa pengungsi asal Dusun
Garung Cangak. Tiga hari sudah, 82 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah
kediaman, setelah kejadian longsor tebing di Petak 9 lahan perhutani, Minggu
(25/1) lalu. Mereka diminta mengungsi demi menghindari dampak buruk longsor
susulan yang diperkirakan bisa menimbun dusun Garung Cangak. Meski sudah ada
yang berani pulang ke rumah ketika siang hari, serta mulai beraktivitas harian,
ketika hujan atau beranjak malam mereka tetap diwajibkan tidur di Balai Dusun
sebagai posko pengungsian.
Kedatangan ke lokasi pengungsi untuk
memberikan sarana hiburan, berupa perangkat televisi layar datar, lengkap
dengan antena parabola, diharapkan Wabup mampu sedikit mengobati rasa lelah
para pengungsi, yang untuk sementara harus meninggalkan rumahnya. Pembuatan
bilik asmara yang bisa dipergunakan para suami istri, dinilai Maya juga
seharusnya dipikirkan, karena selama berhari-hari di pengungsian, tentu
kebutuhan biologis setiap pasangan suami istri tetap perlu dipenuhi.
Terkait kondisi tanah yang masih menutupi
badan jalan desa Garung Lor, sebuah alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum
dibantu sejumlah warga setempat serta puluhan personel Koramil Sukoharjo tampak
bahu-membahu menyingkirkannya. Diperkirakan, dalam dua hari ini tanah tersebut
sudah bisa dibersihkan. Dandim 0707 Wonosobo, Letkol Inf Agus Muchlis Latif
menegaskan bahwa jajarannya siap sedia membantu agar secepat mungkin jalan desa
tersebut dapat dipergunakan kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here