11 Titik Jadi Tempat Pengungsian Dampak Letusan Gunung Semeru, Ini Daftar Lokasinya

- Minggu, 4 Desember 2022 | 18:50 WIB
Awan Panas Guguran (APG) Gunungapi Semeru terpantau dari CCTV Pos Pantau PVBMG (Dok CCTV Pos pantau PVMBG)
Awan Panas Guguran (APG) Gunungapi Semeru terpantau dari CCTV Pos Pantau PVBMG (Dok CCTV Pos pantau PVMBG)

WonosoboZone - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) pada Minggu 4 Desember 2022 siang tadi.

Sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci 11 titik pengungsian itu meliputi; 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMP N 2 Pronojiwo.

Baca Juga: Bergeser dari Penanganan Pandemi, Tahun 2023 Kemenkes Bakal Fokus Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Sementara itu, wilayah yang terdampak APG Gunung Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian di Desa Pasirian.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, hingga siaran pers ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait disebutkannya terus melakukan upaya penyelamatan, pencarian dan evakuasi.

Baca Juga: Status Gunung Semeru Naik Menjadi Awas, Masyarakat Diminta Waspada

"Sebanyak 10.000 lembar masker kain, 10.000 lembar masker medis dan 4.000 masker anak telah dibagikan untuk mengurangi dampak risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik," ungkap Muhari dikutip dari lama resmi BNPB.

"Sementara itu pendirian dapur umum sedang dalam proses oleh PMI dan Dinas Sosial," tandasnya. ***

Halaman:

Editor: Rochmad Tri Apriliyanto

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi : ASEAN Masih Penting dan Relevan Bagi Rakyat

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:25 WIB
X