Disparbud Wonosobo dan Yayasan Al-Maksum SepakatKembangkan Seni, Budaya dan Pariwisata Lewat Kampung Bahasa

- Kamis, 1 Desember 2022 | 17:10 WIB
Kerjasama rintisan kampung bahasa berbasis Ponpes (Dok Disparbud Wonosobo)
Kerjasama rintisan kampung bahasa berbasis Ponpes (Dok Disparbud Wonosobo)

WonosoboZone - Dalam rangka memperkenalkan dan mengembangkan potensi kebudayaan dan pariwisata yang ada di Wonosobo, Disparbud Wonosobo bersama dengan Yayasan Al – Maksum Jlamprang Wonosobo bersepakat melakukan Kerjasama dalam Pengembangan Seni, Budaya dan pariwisata melalui Pembentukan Kampung Bahasa Berbasis pondok Pesantren.

Perjanjian Kerja Sama tersebut telah ditandatangani oleh kedua belah pihak yakni Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Agus Wibowo dan Ketua Yayasan Al Maksum Wonosobo Agus Wahid disaksikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, beserta Staf Ahli, Asisten Sekda, jajaran Pimpinan OPD dan para pelaku wisata di Pendopo Kabupaten Rabu, 30 November 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Wibowo mengungkapkan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati antara lain terkait promosi wisata, membentuk destinasi wisata edukasi melalui Kampung Bahasa berbasis pondok pesantren, pengembangan SDM ponpes khusus nya Yayasan Al-Maksum melalui pelatihan Bahasa Arab, Inggris maupun Mandarin, serta menjadikan system pembelajaran yang baik dan terintegrasi antara bidang keagamaan dan bahasa yang diyakini ke depan akan mendukung pengembangan industri pariwisata di Kabupaten Wonosobo.

Baca Juga: Punya sifat Misterius, 4 weton ini paling di takuti


Menurut Agus, Yayasan Al – Maksum sendiri selama ini telah mengelola pondok pesantren Rohmatul Umat yang bertempat di Kampung Wonobungkah, Jlamprang Wonosobo.

"Saat ini Dinas Pariwisata telah mengirim tiga perwakilan santri terbaik yang sudah memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris, Arab dan Mandarin. Adapun untuk pelatihan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dilakukan di Lab Bahasa Unsiq Wonosobo sedangkan pelatihan Bahasa Mandarin dilakukan di Xin Long Yogyakarta," bebernya.

Setelah menjalani kursus atau pelatihan, Agus berharap agar mereka mentransfer ilmunya kepada santri yang lain di ponpes tersebut.

Baca Juga: 3 Shio ini Banyak Mencetak Miliarder

Ia menambahkan, dengan semakin luasnya kemampuan berbahasa Asing di Ponpes Rohmatul Ummat dan pemanfaatan Bahasa asing Inggris, Arab dan Mandarin menjadi alat komunikasi di antara santri, tentu hal ini menjadi sesuatu yang menarik.

"Harapannya, para santri yang juga hidup di tengah-tengah masyarakat Kampung Wonobungkah Jlamprang, juga akan membudayakan komunikasi dengan ketiga Bahasa tersebut kepada masyarakat di sekitar ponpes sehingga nantinya akan terbentuk Kampung Bahasa berbasis Pondok Pesantren," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Rochmad Tri Apriliyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X