• Selasa, 6 Desember 2022

Peringati Hari Farmasi Sedunia, RSUD KRT Setjonegoro Launching Bag Medicine, Apa Itu?

- Senin, 26 September 2022 | 19:12 WIB
Dirut RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Dr. Danang saat membuka peringatan World Pharmacist Day/WPD 2022 dan melaunching Bag Medicine di RSUD KRT setjonegoro, Senin 26 September 2022./Istimewa
Dirut RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, Dr. Danang saat membuka peringatan World Pharmacist Day/WPD 2022 dan melaunching Bag Medicine di RSUD KRT setjonegoro, Senin 26 September 2022./Istimewa

WonosoboZone - Inovasi peningkatan pelayanan kembali diluncurkan oleh RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo. Sebagai bentuk memperingati Hari Farmasi Sedunia atau World Pharmacist Day (WPD), rumah sakit milik Pemkab Wonosobo, ini meluncurkan program layanan dengan melauncing tas obat atau Bag Medicine.

Kepala instalasi Farmasi RSUD KRT Setjonegoro Kusmini M.Sc.Apt mengatakan, Bag Medicine tersebut nantinya akan berfungsi sebagai pengganti kantong plastik untuk kemasan obat bagi pasien.

"Jadi Untuk kedepannya, instalasi Farmasi dalam pemberian obat tidak menggunakan kantong kresek, pada hari pertama pasien akan diberi sebuah tas obat yang berbahan kain sebagai pengganti plastik atau kresek, dan tas obat itu harus dibawa kembali jika hendak berobat kembali di rumah sakit, baik itu pasien rawat inap atau rawat jalan yang sudah tertera ada nama pasien di tas obat tersebut," ucap Kusmini dalam peringatan World Pharmacist Day/WPD 2022, di RSUD KRT setjonegoro, Senin 26 September 2022.

Baca Juga: Menurut Primbon Jawa Mengenai Sifat dan Kepribadian Weton Pasaran Wage

Di launchingnya Bag Medicine tersebut menurut Kusmini juga sebagai bagian dari upaya mendukung program Kementerian Kesehatan dengan meningkatkan kemandirian dan penggunaan produk farmasi serta alat kesehatan dalam negeri.

Peran rumah sakit dalam peta jalan ke mandirian farmasi dan alat kesehatan adalah meningkatkan penggunaan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri.

"Ini tentunya menjadi ajang untuk berkreasi dan inovasi, sehingga memberikan implikasi untuk pasien dalam pelayanan Farmasi dan menjadi komitmen dalam upaya peningkatan pelayanan kedepannya," terang Kusmini.

Baca Juga: Hewan Ternak yang Mati Akibat PMK Capai 9.178 Ekor, Jateng Jadi Yang Tertinggi Kedua

Ia juga berpesan kepada para pasien agar senantiasa mengenali budaya bertanya kepada para apoteker tempat membeli obat. Hal itu agar pasien mendapatkan petunjuk tentang cara pemakaian dan konsumsi obat.

"Edukasi farmasi sangat dibutuhkan untuk pasien mapun keluarga pasien. Edukasi tersebut, tentunya dengan memberikan pemahaman bagaimana cara menggunakan obat, menyimpan hingga cara membuang obat. Pemahaman dilakukan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat umum," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Ilham Ardha Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebanyak 126 PNS di Wonosobo Terima SK Pensiun

Jumat, 2 Desember 2022 | 07:10 WIB

BLT di Magelang Mulai Disalurkan Kepada 8.059 KPM

Kamis, 1 Desember 2022 | 20:31 WIB
X