• Selasa, 6 Desember 2022

Hewan Ternak yang Mati Akibat PMK Capai 9.178 Ekor, Jateng Jadi Yang Tertinggi Kedua

- Senin, 26 September 2022 | 16:11 WIB
Ilustrasi PMK Dok Canva
Ilustrasi PMK Dok Canva

WonosoboZone - Kementerian Kesehatan melalui Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelaskan perkembangan penanganan kasus hewan ternak di Indonesia.

Sampai Minggu, 25 September 2022, hewan ternak yang mati akibat PMK mencapai 9.178 ekor.

Dikutip WonosoboZone dari PMJ News, menurut data yang diberikan Satgas Penanganan PMK, sekarang PMK sudah menyebar ke-25 provinsi dan 300 Kota/Kabupaten. Yang mana, terdapat 539.805 kasus PMK.

Baca Juga: Respon Kasus Lukas Enembe, Jokowi : Semua Warga Negara Sama di Mata Hukum

Adapun kasus aktif yang masih tersisa yaitu sebanyak 97.447 ekor. Kemudian dinyatakan sembuh 420.936 ekor, potong bersyarat 12.224 ekor dan dinyatakan mati 9.178 ekor.

Wilayah tertinggi kasus PMK antara lain, di daerah Jawa Timur sebanyak 41.570 kasus, Jawa Tengah 17.635 kasus dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 11.114 kasus.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak melalui Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 47 Tahun 2022.

Baca Juga: Niat Mandi Bulan Safar untuk dilakukan pada Rebo Wekasan

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas PMK Letnan Jenderal Suharyanto mengimbau agar penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga dimaksimalkan sampai di tingkat desa.

Suharyanto melanjutkan, empat strategi utama dalam penanganan PMK berbasis desa di antaranya, biosecurity, pengobatan, vaksinasi dan potong bersyarat di tingkat desa.

Halaman:

Editor: Ilham Ardha Saputra

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PUPR Mulai Bangun Hunian Tetap Tahan Gempa di Cianjur

Minggu, 4 Desember 2022 | 21:11 WIB

Menteri PUPR Basuki Ajak Warga Jaga Sungai Ciliwung

Minggu, 4 Desember 2022 | 20:45 WIB
X