• Selasa, 6 Desember 2022

Cegah Stunting di Jawa Tengah, Wagub Ajak Masyarakat Makan Telur

- Minggu, 25 September 2022 | 20:21 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak warga untuk makan telur sebagai upaya mencegah stunting (Dok Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak warga untuk makan telur sebagai upaya mencegah stunting (Dok Pemprov Jateng)
WonosoboZone - Suasana di Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu 25 September 2022 berbeda dari biasanya. Ribuan orang warga berkumpul dan makan telur ayam rebus, bersama para pejabat pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Kendal.
 
Gerakan makan telur tersebut, sebagai upaya pencegahan stunting atau gagal tumbuh di Jateng.
 
Sebanyak 15 ribu telur ayam rebus yang dibagikan kepada sekitar 8 ribu orang warga. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen membagikan beberapa telur rebus kepada warga, yang berkerumun di sekitar panggung.
 
 
Suasana semakin semarak ketika Gus Yasin, sapaan wagub, memberikan peci yang dikenakannya kepada warga.
 
Anak-anak pun bertingkah lucu dan bersemangat, saat Gus Yasin membagiikan mainan.
 
Wagub mengatakan, Presiden RI Joko Widodo menargetkan penurunan stunting nasional sebesar 14 persen. Sehingga berbagai program dan gerakan terus digencarkan Pemprov Jateng untuk menurunkan stunting.
 
 
Salah satunya, melalui gerakan makan telur setiap hari bagi ibu hamil, balita, anak-anak, hingga remaja usia pranikah.
 
“Pencegahan stunting ini tidak hanya setelah bayi lahir, tetapi juga preventifnya dan yang lebih penting lagi adalah para remaja putri. Para remaja putri terus digalakkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Ini yang paling efektif dan kami dilakukan dalam program Gubernur Mengajar, yang juga dilakukan oleh wakil gubernur, bupati, wali kota,” beber Gus Yasin seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng.
 
Ditambahkan, para kepala daerah maupun wakilnya, mendatangi sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi, untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, terutama remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan. Karena stunting dapat terjadi pada saat sebelum menikah, atau sebelum masa kehamilan.
 
 
“Kita beberapa kali mengunjungi sekolah-sekolah. Termasuk ke Universitas Ngudi Waluyo bersama Dinas Kesehatan, untuk mengajak para mahasiswi meminum tablet penambah darah. TTD itu harus diminum saat itu juga secara bersama-sama, jangan dibawa pulang,” pintanya.
 
Lebih jauh, Gus Yasin meminta, bupati Kendal, Dico M Ganinduto, dan kepala daerah lainnya, menggencarkan sosialisasi tentang bahaya stunting ke sekolah-sekolah. Terutama, di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum atau sederajat.
 
Sehingga remaja putri selalu menjaga pola hidup sehat, agar kelak dapat melahirkan generasi yang bebas stunting dan sehat. ***

Editor: Rochmad Tri Apriliyanto

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebanyak 126 PNS di Wonosobo Terima SK Pensiun

Jumat, 2 Desember 2022 | 07:10 WIB

BLT di Magelang Mulai Disalurkan Kepada 8.059 KPM

Kamis, 1 Desember 2022 | 20:31 WIB
X