• Rabu, 28 September 2022

Pengembangan Parekraf Jadi Fokus Pembangunan Ekonomi di Wonosobo

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:39 WIB
Focus Group Discusion (FGD) Rencana Pengembangan Ekraf di Wonosobo (Dok Wonosobozone)
Focus Group Discusion (FGD) Rencana Pengembangan Ekraf di Wonosobo (Dok Wonosobozone)
WonosoboZone - Sebagai salah satu kabupaten kota di Indonesia yang menerima Anugerah Kota Kreatif dari Kemenparekraf RI, menjadikan Wonosobo secara berkesinambungan terus melakukan pengembangan parekraf melalui roadmap yang lebih jelas dan terarah.
 
Hal ini, tentu berdampak signifikan pada peningkatkan perekomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
 
Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar mengatakan pengembangan parekraf saat ini menjadi fokus pembangunan ekonomi di Wonosobo, guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah industri kreatif yang dihasilkan.
 
 
Ekonomi kreatif menurutnya memiliki potensi dan peran yang strategis terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemi.
 
“Pengembangan ekonomi kreatif menjadi fokus Pemkab Wonosobo dalam pembangunan ekonomi daerah, karena berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi saat ini,” ungkap Wabup saat membuka acara Focus Group Discusion (FGD) di Pringgondani Ballroom Kresna, Rabu, (10/08/2022).
 
Untuk itu Albar meminta pentingnya penyusunan roadmap sebagai petunjuk arah yang jelas, lebih terarah, strategis, berkesinambungan, dan berdampak signifikan terhadap pengembangan sektor unggulan lokal.
 
 
“Saya harap, penyusunan roadmap ini mampu menjaga proses pengembangan ekonomi kreatif di Wonosobo, mulai dari proses perencanaan, pembangunan, hingga monitoring serta evaluasi dari perencanaan dan pengembangan agar dapat dikawal dengan baik,” tambahnya.
 
Sektor unggulan lainnya, ungkap Wakil Bupati, kuliner khas Wonosobo seperti Mie Ongklok, Carica, dan Purwaceng juga terus diperkenalkan luas, terlebih legalitasnya juga telah diakui oleh Kemenparekraf.
 
Albar, mengapesiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat dan Pengembangan Kewirausahaan  Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang melakukan program pendampingan usaha serta inkubator bisnis ekonomi kreatif di Wonosobo, melalui program KEDAIREKA.
 
 
Program ini disinergikan dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 
 
Senada dengan Albar, Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo menilai, ekraf menjadi tren unggulan daerah untuk mendongkrak ekonomi nasional.
 
Melalui optimalisasi pemanfaatan kreatifitas dan keterampilan, diharapkan mampu memperluas lapangan kerja serta daya kreasi daerah.
 
 
Penyusunan roadmap, tegasnya, harus direalisasikan dalam periode tertentu, dengan fokus pada prioritas unggulan.
 
"Peluang besar ekraf yang berpotensi untuk dikembangkan seperti arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, fashion, film, desain komunikasi visual, periklanan dan lainnya," beber Agus.
 
Saat ini, akses pembiayaan dan permodalan, kapasitas produksi yang terbatas, lemahnya riset pasar, ruang kreatif yang kurang, dan komersialisasi hak kekayaan intelektual menjadi hambatan dalam menyongsong visi pembangunan ekonomi kreatif jangka menengah dan panjang.
 
 
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta Susantiningrum melihat, banyak potensi unggulan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Wonosobo dimana memiliki nilai tambah yang tinggi.
 
Maka, pihaknya akan melakukan pendampingan secara intensif untuk branding UMKM Wonosobo.
 
“Saya melihat di Wonosobo ini banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, kami akan melakukan pendampingan membranding UMKM Wonosobo,” tandasnya.
 
 
FGD yang melibatkan unsur pentahelix ekraf yaitu, akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan pers, dilaksanakan selama dua hari,  10  dan 11 Agustus 2022.
 
Dengan materi bahasan antara lain, konsep peta jalan, subtansi visi, misi, tujuan, target, strategi dan rencana aksi pengembangan ekraf. Selain itu juga ada penyampaian hasil analisis kondisi eksisting. ***
 

Editor: Rochmad Tri Apriliyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Jamaah Hadiri Mojotengah Bersholawat

Selasa, 27 September 2022 | 14:30 WIB

Jago Merah Lalap Lima Rumah di Gunung Pitik Sapuran

Selasa, 27 September 2022 | 12:40 WIB

Ribuan Kades di Jateng Diajari Cara Perangi Korupsi

Senin, 26 September 2022 | 20:39 WIB

Program PTSL di Wonosobo Ditargetkan Rampung Pada 2025

Senin, 26 September 2022 | 20:17 WIB
X