• Rabu, 28 September 2022

Inovasi Daerah, Wujudkan Kepuasan Layanan Publik Untuk Wonosobo Yang Berdaya Saing

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 21:14 WIB
Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Wonosobo (Dok Pemkab Wonosobo)
Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Wonosobo (Dok Pemkab Wonosobo)
WonosoboZone - Inovasi daerah menjadi bagian dari wujud kongkrit implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonosobo 2021-2026, yaitu terwujudnya Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.
 
“Pengembangan kepuasan dan kemudahan layanan kepada masyarakat oleh pemerintah daerah, bisa diwujudkan melalui inovasi layanan publik, sebagai akselerasi pemecahan masalah yang ada,” ungkap Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo Mohamad Kristijadi dalam sambutannya saat Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Wonosobo, Selasa 9 Agustus 2022 di Ruang Rapat Bappeda Wonosobo.
 
Sebagai contoh, ungkap Kristijadi, guna memperbaiki kualitas pendidikan Wonosobo melalui literasi berbasis 4 pilar, yaitu digital culture, digital skill, digital ethics, dan digital safety, SMP N 2 Selomerto melakukan inovasi dengan nama Sapu Lidi, sebagai strategi pelayanan untuk siswa dan guru melalui literasi digital.
 
 
Inovasi daerah berdampak pada peningkatan penyerapan kinerja pemerintahan daerah yang berdaya saing. 
 
“Kita terus mendorong Perangkat Daerah melakukan inovasi daerah, karena dampaknya mampu meningkatkan penyerapan kinerja pemerintahan yang lebih optimal,” pintanya.
 
Menurut Penjabat Sekda, beberapa inovasi yang sudah diterapkan antara lain, Caping Gembala Sapi oleh SDN Sinduagung, Optimalisasi Pelayanan Perpustakaan di Masa Pandemi SMPN 1 Sapuran, Tahfidz Gila SMPN 1 Kalikajar, dan Media Video Tingkatkan Minat Belajar Bahasa Jawa SMPN 1 Kertek.
 
Inovasi menarik lainnya, Siak-Desa (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Desa) Pemerintah Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Aplikasi Pembayaran Pajak Pemerintah Sumberejo Kecamatan Wadaslintang, Sambel Laron (Sarana Bimbingan Belajar Desa Larangankulon) Pemerintah Desa Larangan Kulon Mojotengah, dan AYANG BESTI (Anda Terlayani Dengan Senang Kami Bekerja Sepenuh Hati) Pemerintah Desa Tlogo Garung.
 
 
Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah BSKD Kemendagri RI Matheos Tan menjelaskan, pengukuran inovasi daerah penting untuk memperhatikan 5 unsur, yaitu pembaharuan, kemanfaatan, kepentingan publik, aplikatif replikasi, dan urusan kepentingan. 
 
Untuk itu, Pemerintah Daerah diminta menfasilitasi pengembangan inovasi sampai tingkat Kecamatan, dengan mencermati kelengkapan teknis, utamanya terkait pelaporan perkembangan dan metodenya. 
 
“Kami ingin mendorong OPD memberikan hal baru untuk membantu dalam layanan reformasi birokrasi,” tambahnya.
 
 
Menurut Matheos, komitmen pelaksanaan inovasi daerah harus dimulai dari cara pikir yang jelas  dengan berorientasi pada pelayanan, harmonis, loyal, adaptif, hingga kolaboratif. Mengingat, kompetensi, komitmen, dan kekompakan menjadi problematika serius dalam pelaksanaan inovasi daerah.
 
“Inovasi daerah saya harap dapat menyelesaikan masalah kompleks, mari dimulai dari berpikir kreatif dan inovatif, mengatur manajemen manusianya, cepat mengambil keputusan, sosial spiritual dan moral dalam menghadapi perubahan, perhatikan ekspektasi dan perilaku kinerja yang baik,” tandasnya. ***
 

Editor: Rochmad Tri Apriliyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Jamaah Hadiri Mojotengah Bersholawat

Selasa, 27 September 2022 | 14:30 WIB

Jago Merah Lalap Lima Rumah di Gunung Pitik Sapuran

Selasa, 27 September 2022 | 12:40 WIB

Ribuan Kades di Jateng Diajari Cara Perangi Korupsi

Senin, 26 September 2022 | 20:39 WIB

Program PTSL di Wonosobo Ditargetkan Rampung Pada 2025

Senin, 26 September 2022 | 20:17 WIB
X