• Senin, 15 Agustus 2022

Khaul Ki Ageng Makukuhan, Merawat Budaya Tanam Tembakau Temanggung

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 17:33 WIB
Ratusan petani tembakau lereng Sumbing tengah menjalani Khaul Ki Ageng Makukuhan yang dilanjutkan ritual petik tembakau serta pembacaan petisi terbuka kepada Presiden Joko Widodo di Pelataran Bumi Makukuhan Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Rabu (3/8/2022) (istimewa)
Ratusan petani tembakau lereng Sumbing tengah menjalani Khaul Ki Ageng Makukuhan yang dilanjutkan ritual petik tembakau serta pembacaan petisi terbuka kepada Presiden Joko Widodo di Pelataran Bumi Makukuhan Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Rabu (3/8/2022) (istimewa)

WonosoboZone – Guna menyelamatkan pendapatan negara sekaligus mencegah degradasi sektor perekonomian di tengah situasi pemulihan pasca pandemi, ratusan petani tembakau di lereng Gunung Sumbing mengikuti doa bersama jelang panen raya perdana yang dilanjutkan dengan pembacaan petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo terkait penolakan terhadap rencana revisi PP 109 Tahun 2012 di Pelataran Bumi Makukuhan Dusun Dukuh Seman, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Rabu (3/8/2022) malam.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPD Jawa Tengah, Wisnu Brata Pengurus APTI Nasional menyebut, terdapat sedikitnya 3 poin utama dalam petisi hasil kesepakatan rakyat pertembakauan.

Yakni pertama meminta Presiden Joko Widodo untuk membatalkan revisi PP 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif bagi kesehatan berupa produk tembakau.

Baca Juga: Ada Temuan Timbunan Bansos, Menko PMK Sebut Negara Tidak Rugi

Kedua, meminta presiden agar menunda kenaikan cukai tembakau di tahun 2023 mendatang, serta mendesak presiden untuk segera menyusun kebijakan perlindungan tembakau sekaligus tata niaga nasional.

“Kami ingin agar Presiden Joko Widodo senantiasa mendengar aspirasi petani tembakau sebelum benar-benar menandatangani revisi tersebut.

Karena beragam dampak yang kami khawatirkan, oleh sebab itu kami menolak adanya revisi dan berharap presiden membatalkan penandatanganannya,” jelasnya.

Baca Juga: Sepak Bola : Harga Tiket Piala AFF-16 Dinilai Terlalu Mahal, PSSI Turunkan Harganya

Wisnu menambahkan, dengan petisi tersebut, petani mendesak agar presiden mempertimbangkan berbagai hal yang akan terjadi. Terlebih saat ini kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih pasca dihantam badai pandemi.

Dengan pembatalan revisi, diharapkan sektor ekonomi dapat segera pulih dan sektor pertania termbakau di sentra-sentra utama dapat terus berlangsung. Pihaknya menilai sebenarnya PP 109 Tahun 2012 sudah cukup dapat menjadi patokan tanpa adanya revisi.

Halaman:

Editor: Ilham Ardha Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X