• Jumat, 1 Juli 2022

Dampak PMK, Peternak Kambing Mengalami Penurunan Omset

- Kamis, 23 Juni 2022 | 10:36 WIB
Peternak kambing keluhkan dampak PMK. (Dok. Wonosobozone)
Peternak kambing keluhkan dampak PMK. (Dok. Wonosobozone)

WonosoboZone - Dampak merebaknya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) cukup dirasakan oleh peternak kambing. Mereka mengalami penurunan omset penjualan yang cukup drastis menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Hal itu dirasakan oleh Nur Faqih, salah seorang peternak kambing asal Desa Bomerto, Kabupaten Wonosobo. Ia mengaku omset penjualan kambingnya turun 40 persen sejak adanya wabah PMK tersebut.

“Biasanya sebulan sebelum Idul Adha, banyak pembeli berdatangan untuk mencari hewan ternak. Namun saat ini jauh berkurang,” kata Nur Faqih, saat ditemui dilokasi ternaknya, Rabu 22 Juni 2022.

Baca Juga: Persemaian Mentawir Wujud Nyata Keseriusan Pemerintah Dalam Menata Lingkungan

Demi menghindari hewan ternaknya tertular wabah PMK, Faqih menyebut, beberapa bulan terakhir dirinya tidak berani kulakan atau berbelanja kambing dari pasaran.

Meski demikian ia mengatakan kondisi hewan kambing miliknya masih aman dan belum ada satu pun yang terindikasi terpapar virus PMK. Pasalnya perawatan dan kebersihan kandang selalu ia jaga dengan rutin melakukan penyemprotan desinfektan.

"Bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban disini, kami memberikan garansi dan menjamin jika terpapar virus PMK sebelum sampai rumah maka kami akan menggantinya," ujarnya.

Baca Juga: Bawaslu Wonosobo Tempati Lokasi Baru Yang Lebih Representatif

Ia berharap Wabah penyakit PMK pada Hewan ternak segera hilang karena berdampak pada peternak dan penjual hewan ternak. Apalagi menjelang lebaran idul adha yang tinggal beberapa hari lagi.

"Yang tentunya jika sudah selesai masa inkubasi virusnya maka penjualan akan kembali normal," tandasnya.

Halaman:

Editor: Ilham Ardha Saputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X