• Jumat, 1 Juli 2022

Pemerintah Percepat Distribusi Vaksin Dan Obat Ternak Dalam Penanganan Wabah PMK

- Selasa, 21 Juni 2022 | 21:04 WIB
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian./suaramerdeka.com /ekon.go.id.
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian./suaramerdeka.com /ekon.go.id.

WonosoboZone – Sebagai langkah pencegahan meluasnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini, Pemerintah akan mempercepat pendistribusian vaksin dan obat yang akan digunakan untuk hewan ternak.

Penyakit PMK sendiri saat ini tercatat telah menyebar ke 19 provinsi dan 199 Kabupaten/Kota, Per 18 Juni 2022.

Dalam data statistik kasus PMK, sebanyak ternak sakit tercatat sebanyak 184.646 ekor, sembuh 56.822 ekor (30,77 persen), sedangkan untuk pemotongan bersyarat tercatat sebanyak 1.394 ekor (0,75 persen), dan kematian 921 ekor (0,50 persen), serta sebanyak 51ekor ternak saat ini sudah divaksinasi.

Baca Juga: Lee Minho Menikah Di Indonesia? Ini Dia Wanita Yang Dia Nikahi, Kabarnya Dari Jateng

Secara total, untuk jumlah populasi ternak yang berisiko dan terancam seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi sebanyak 48.779.326 ekor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, meminta agar berbagai regulasi terkait PMK segera diselesaikan dan diimplementasikan, untuk mencegah makin meluasnya wabah penyakit PMK ini, serta untuk tetap menjaga kualitas hewan ternak Indonesia.

"Saat ini upaya Pemerintah yakni secepatnya melakukan pengadaan dan distribusi vaksin dalam jumlah besar, dan segera melakukan vaksinasi kepada hewan ternak. Dengan ini diharapkan herd immunity bisa segera tercapai,” ujar Menko Airlangga, seperti yang dikutip WonosoboZone dari Suaramerdeka.com dalam berita berjudul “Cegah Penyebaran PMK, Pemerintah Percepat Vaksinasi dan Pemberian Obat untuk Ternak”.

Baca Juga: Sisa 9 Hari LagiI, Masyarakat Dihimbau Segera Ikuti Program Pengungkapan Sukarela

Vaksinasi PMK perdana dilakukan pada 14 Juni 2022 di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, selanjutnya akan didorong untuk vaksinasi dasar yaitu 2 kali vaksinasi dengan jarak 1 bulan, serta booster vaksin setiap 6 bulan.

Untuk melaksanakan Program Vaksinasi tersebut, akan dilakukan oleh sekitar 1.872 tenaga medis dan 4.421 paramedis.

Halaman:

Editor: Ilham Ardha Saputra

Sumber: Suaramerdeka.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kunjungi Ukraina, Jokowi Bawa Misi Perdamaian

Kamis, 30 Juni 2022 | 21:30 WIB
X